Art Original
Evaluasi Lumpur Pemboran Di Zona Loss Sirkulasi Pada Pemboran Geothermal Sumur X Lapangan Y
Ketika melakukan proses pengeboran akan banyak kemungkinan terjadinya kerusakan dan terbentuknya rekahan secara alami pada setiap formasi. Lost circulation pada saat pengeboran dapat ditandai dengan berkurangnya pump pressure, berkurangnya aliran lumpur yang kembali kepermukaan, berkurannya volume lumpur pada tangki dan meningkatnya aliran lumpur di flowline yang mana akan menghambat proses pengeboran dan memakan biaya lebih. Dalam suatu industri minyak dan panas bumi sangat diperlukan sirkulasi lumpur yang baik dalam kegiatan pemboran. Lost circulation merupakan salah satu masalah saat pemboran yaitu hilangnya sebagian atau seluruh lumpur pemboran kedalam formasi yang sedang dibor,sehingga pengangkatan cutting kepermukaan tidak efektif akibat sirkulasi lumpur yang tidak sempurna. Zona loss sirkulasi merupakan masalah pemboran yang dapat menghambat operasi pemboran mencapai total kedalaman namun dilain sisi zona loss sirkulasi merupakan daerah prospek reservoir sehingga harus tetap dijaga agar tidak rusak. Pada pemboran sumur geothermal saat menembus loss sirkulasi merupakan salah satu masalah pemboran tetapi tidak boleh dilakukan penyumbatan dengan lost circulation material (LCM) atau penyemenan karena dapat merusak reservoir melainkan dengan melakukan blind drilling. Masalah-masalah yang dapat timbul karena kesalahan penggunaan lumpur pemboran misalkan terjadinya pipa terjepit, pengembangan lempung, hilang sirkulasi, dan dapat menimbulkan terjadinya semburan liar. Evaluasi ini dilakukan untuk pencegahan terjadinya lost circulation dan upaya penangana kehilangan lumpur pada saat melakukan pemboran.
No other version available