Art Original
Analisis Pengaruh Ketebalan Lapisan Coating Ekstrak Daun Gambir Terhadap Penghambatan Laju Korosi Pada Tubing
Korosi merupakan salah satu permasalahan yang terjadi pada proses produksi sumur migas yang dapat mengurangi nilai material logam pada peralatan produksi seperti pada tubing, flowline dan pipa lainnya. Terjadinya korosi pada tubing dapat menyebabkan efek yang besar pada beberapa aspek seperti terjadinya leaking, terhambatnya proses produksi karena pergantian tubing, dan penambahan biaya operasional. Inhibitor organik telah dilirik sebagai alternatif dalam menahan laju korosi yang terjadi pada besi. Manfaat penggunaan inhibitor organik antara lain ramah lingkungan, murah, mudah didapat dan biodegradable. Penelitian ini akan menganalisis inhibitor organik terhadap pengurangan laju korosi. Adapun inhibitor organik yang akan digunakan adalah ekstrak daun gambir. Ekstrak daun gambir digunakan karena memiliki kandungan tannin sebesar 20-50% dan katesin 7-33%. Ekstraksi daun gambir digunakan dengan metode maserasi. Sampel inhibitor ekstrak daun gambir akan di identifikasi persentase kandungan tanin dengan alat Spektrofotometri uv-vis. Filtrat ekstrak daun gambir tersebut akan ditambahkan HCl 3% dan Aquadest untuk uji coba laju korosi pada tubing dengan menggunakan metode coating dengan variasi ketebalan 0.1mm, 0.5mm, dan mm pada labolatorium. Penelitian ini diharapkan dapat membuktikan pengaruh inhibitor ekstrak daun gambir dalam penurunan laju korosi yang terjadi pada tubing. Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan maka di peroleh bahwasanya ketebalan inhibitor ekstrak daun gambir berpengaruh terhadap laju korosi dan efisiensi dimana laju korosi terendah terdapat pada perendaman 72 jam yaitu 1.41(mmpy), laju korosi terendah pada perendaman 144 jam yaitu 1.65 (mmpy), laju korosi terendah pada perendaman 216 jam yaitu 2.04 (mmpy), nilai efisiensi inhibitor terendah pada perendaman 72 jam yaitu 66.66%, nilai efisiensi inhibitor terendah pada perendaman 144 jam yaitu 74.99%, dan nilai efisiensi inhibitor terendah pada perendaman 216 jam yaitu 71.1%.
No other version available