Art Original
Isolasi Lignin Dari Ampas Tebu Sebagai Bahan Pembuatan Surfaktan Lignosulfonat Untuk Aplikasi Enhanced Oil Recovery (eor)
Ampas tebu atau bagasse adalah limbah padat tebu yang mengandung lignin, selulosa dan hemiselulosa yang merupakan hasil samping dari proses ekstraksi tanaman tebu. Pada umumnya, pengelolaan limbah ampas tebu dimanfaatkan sebagai bahan bakar dan pakan ternak. Salah satu penggunaan lignin adalah pada kegiatan pengurasan minyak menggunakan metode EOR yaitu surfaktan lignosulfonat karena ketahanannya terhadap salinitas, serta lebih mudah dan murah untuk didapatkan. Lignin merupakan komponen terbesar dalam ampas tebu sekitar 12 – 26%, karena itu proses isolasi dan pemisahan lignin dapat dilakukan yang kemudian dapat dimanfaatkan menjadi lignosulfonat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengisolasi lignin dari ampas tebu dan mengetahui pengaruh konsentrasi asam sulfat dalam memproduksi lignin sehingga menghasilkan rendemen dan kemurnian lignin yang terbaik. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap faktorial dengan faktor konsentrasi 20% dan 35%. Lignin sebagai bahan baku surfaktan diperoleh dari proses delignifikasi ampas tebu menggunakan metode ekstraksi NaOH 2%. Penggunaan NaOH optimum dengan perbandingan 1:10 dengan ampas tebu, kemudian dilanjutkan dengan proses isolasi dengan metode pengendapan asam. Karakteristik lignin dari kedua jenis sampel secara visual berwarna kecoklatan. Kondisi isolate terbaik adalah kondisi dimana lignin yang dihasilkan memiliki nilai rendemen dan kadar lignin tertinggi. Berdasarkan hasil penelitian, lindi hitam dengan konsentrasi 20% menghasilkan rendemen dan kadar lignin sebesar 22,7 dan 83,7%. Hasil identifikasi FTIR dari isolat lignin menunjukkan pola serapan spektro yang sebagian besar mirip dengan lignin standar.
No other version available