Art Original
Studi Laboratorium Perbandingan Kinerja Biosurfaktan Sintetik Dalam Merubah Wettabilitas Batuan Sandstone
Biosurfaktan Metil Ester Sulfonate (MES) dan surfaktan sintetik Alpha Olefin Sulfonate (AOS) akan dibandingkan kinerjanya dalam merubah wettabilitas batuan dari oil wet menjadi water wet. Penggunaan kedua surfaktan ini ditujukan untuk melihat sejauh mana kemampuan biosurfaktan sebagai alternatif surfaktan berbasis petroleum. Variasi salinitas brine 10.000 ppm, 15.000 ppm, dan 20.000 ppm, variasi konsentrasi surfaktan 0,1%; 0.2% dan 0.3%, dan variasi suhu 60oC, 70oC akan dilihat pengaruhnya dalam perubahan wettabilitas batuan. Pada penelitian ini sudut kontak surfaktan dibandingkan secara visual dengan sudut kontak minyak melalui bentuk tetesan yang dihasilkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sudut kontak surfaktan MES lebih kecil (>90o) dibandingkan sudut kontak yang tercipta dari surfaktan AOS. Hal ini menunjukkan bahwa surfaktan MES lebih baik dalam mengubah wettabilitas batuan sandstone dibanding dengan surfaktan AOS. Salinitas, konsentrasi dan temperatur mempengaruhi wettabilitas batuan. Salinitas rendah lebih optimal dalam mengubah wettabilitas batuan menjadi water wet. Konsentrasi yang tinggi lebih baik kinerjanya dalam mengubah wettabilitas batuan menjadi water wet. Peningkatan temperatur juga mampu mengubah wettabilitas batuan menjadi water wet. Sehingga disimpulkan bahwa hasil uji wettabilitas batuan menjadi water wet seiring dengan peningkatan konsentrasi surfaktan, penurunan salinitas, dan peningkatan temperatur.
No other version available