Art Original
Pengaruh Lingkungan Siklik (basah Dan Kering) Pada Alumunium Terhadap Laju Korosi
Korosi merupakan proses reaksi elektro kimia antara logam dan lingkungan yang menghasilkan ion-ion sehingga dapat menurunkan mutu logam. Ada beberapa cara untuk mengurangi laju korosi pada material aluminium salah satunya dengan penambahan inhibitor. Daun pepaya menjadi salah satu jenis tumbuhan yang dapat digunakan sebagai inhibitor alami karena memiliki kandungan tanin. Aluminium merupakan logam ringan yang mempunyai ketahanan korosi yang baik, hantaran listrik yang baik dan salah satu bahan yang mempunyai cadangan berlimpah di dunia. Pada penelitian ini aluminium 6061 dilakukan pengujian korosi pada berbagai kondisi, yaitu basah (dalam , kering (di udara) dan siklik (kombinasi basah dan kering). Pengujian dilakukan dengan metode kehilangan berat, data diambil pada waktu perendamana, 4, 8, 12, 16 dan 20 hari. Inhibitor ekstrak daun papaya ditambahkan sebanyak 2500 ppm pada kondisi siklik untuk mengetahui pengaruhnya pada laju korosi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi basah memiliki laju korosi paling tinggi, yaitu 6,2681 mm/y, sebaliknya korosi kering memiliki laju korosi paling rendah yaitu 0,14776 mm/y. Laju korosi pada lingkungan siklik adalah 4,62556 mm/y. penambahan inhibitor ekstrak daun papaya sebanyak 2500 ppm telah menurunkan laju korosi menjadi 2,46284 mm/y. Efisiensi inhibitor tertinggi adalah 85,18% namun turun menjadi 31,31% pada perendaman 16 hari.
No other version available