Art Original
Pengaruh Penambahan Ekstrak Limbah Sayuran Terhadap Nilai Slump 30-60 Dan Kuat Tekan Beton Dalam Proses Self Healing Concrete
Penelitian ini menggunakan metode Self Healing Concrete yang dimana beton diharapkan mampu memperbaiki dirinya sendiri dari kerusakan retakan dengan memanfaatkan bakteri yang didapat dari ekstrak limbah sayuran. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh ekstrak limbah sayuran terhadap kuat tekan beton, untuk mengetahui apakah dengan dilakukan penambahan ekstrak limbah sayuran variasi 3%, 5%, 7%, dan 9% masih memenuhi nilai slump yang ditentukan yakni 30-60 mm dan mengetahui perubahan retakan pada beton yang dicampur dengan ekstrak limbah sayuran dalam proses self healing concrete. ​Penelitian ini bersifat eksperimen (reserch) yang dilakukan dilaboratorium dengan mengacu pada SNI 03-2834-2000 dengan benda uji berbentuk kubus sebanyak 27 sampel. Umur perawatan selama 28 hari dan akan dilakukan uji tekan. Pemulihan retakan pada beton hanya dilihat secara visual dengan cara pengambilan gambar. ​Hasil dari penelitian ini, kuat tekan beton tanpa diretakkan variasi 0%, 3%, 5%, 7%, 9% secara berturut-turut adalah 36,48 Mpa, 32,66 Mpa, 36,21 Mpa, 26,77 Mpa, 29,81 Mpa, sedangkan kuat tekan beton diretakkan variasi 3%, 5%, 7%, 9% secara berturut-turut adalah 39,27 Mpa, 37,74 Mpa, 31,99 Mpa, 28,14 Mpa. Nilai slump pada beton normal memiliki nilai 40 mm, pada beton variasi 3%, 5%, 7%, 9% secara berturut-turut adalah 36,67 mm, 36,67 mm, 36,67 mm, 31,67 mm, sedangkan beton diretakkan memiliki nilai slump variasi 3%, 5%, 7%, 9% secara berturut-turut adalah 33,33 mm, 40 mm, 51,67 mm, 51,67 mm. Pemulihan retakan pada beton yang dilihat secara visual dengan perawatan selama 28 hari, dapat menutup retakan yang berukuran sehelai rambut pada beton
No other version available