Art Original
Pengaruh Variasi Waktu Perendaman Alkali Pada Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit Bermatriks Resin Epoxy Terhadap Sifat Mekanik
Perkembangan teknologi komposit alam (Natural Composite) memiliki keistimewaan pada sifatnya yang dapat di daur ulang atau istilah lain terbarukan. Salah satu pemanfaatan teknologi komposit dengan material serat alam dapat menyaingi produk-produk berbahan logam dan sintetis, karena mudah ditemui dan biayanya relatif lebih murah. Penelitian ini bertujuan membuat papan komposit dengan menggunakan serat tandan kosong kelapa sawit sebagai penguat yang telah diberikan perlakukan alkali dan diikat oleh resin epoxy. Pada penelitian ini, komposisi serat tandan kosong kelapa sawit dengan nilai 50% dan resin epoxy 50%, perlakuan alkali yang diberikan yaitu 20% dalam waktu perendaman selama 2 jam, 3 jam, 4 jam dan 5 jam. Hasil uji kekuatan tarik pada waktu perendaman alkali 2 jam, 3 jam dan 4 jam terjadi peningkatan secara linier yaitu 10,06 MPa, 24,71 MPa dan 30,72 MPa, sedangkan terjadi degredasi hasil uji kekuatan tarik dalam waktu perendaman alkali 5 jam yaitu 30,44 MPa. Hasil uji impact berbanding terbalik dengan kekuatan tarik, didapat harga terendah impact pada waktu perendaman alkali 4 jam yaitu 0,394 Joule/mm2 dan harga impact tertinggi pada waktu perendaman alkali 2 jam yaitu 0,396 Joule/mm2, sedangkan terlalu lama waktu perendaman alkali 5 jam meningkatkan harga impact yaitu 0,395 Joule/mm2. Karena waktu perendaman alkali pada serat tandan kosong kelapa sawit memberikan ikatan interfacial dengan matriks resin epoxy secara optimal sehingga meningkatnya kekuatan tarik dan harga impact, sedangkan waktu perendaman alkali terlalu lama dapat merusak unsur selulosa menjadi terurai dan kotoran kembali melekat sehingga papan komposit mengalami degredasi pada kekuatan tarik dan harga impact. Hasil pengamatan makro menunjukan perubahan warna serat semakin gelap (bewarna coklat) dengan waktu perendaman alkali 4 jam.
No other version available