Art Original
Bentuk Penyajian Tari Kerajaan Pelalawan Di Sanggar Bina Tasik Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau
Judul penelitian ini adalah “Bentuk Penyajian Tari Kerajaan Pelalawan di Sanggar Bina Tasik Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk penyajian tari Kerajaan Pelalawan di Sanggar Bina Tasik Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau. Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tari Kerajaan Pelalawan menggunakan gerak tari dengan 5 gerak dasar tari yaitu gerak salam hormat, gerak silat pangean, gerak mendayung, gerak melingkar, dan terakhir adalah gerak bagian akhir. Alat musik yang digunakan untuk menjadi pengiring tari Kerajaan Pelalawan ini adalah alat musik gendang panjang, kompang, gong, calempong, tambur, biola, akordion dan darmuka. Judul tari ini diangkat dari kisah sejarah tentang Kerajaan Pelalawan. Tema tari yaitu tentang perseteruan atau perperangan antara Bangsa Portugis kepada Kerajaan Malaka yang mana mengakibatkan Kerajaan Malaka musnah dan lahirlah kerajaan baru yaitu Kerajaan Pelalawan. Tipe tari tergolong tipe tari kreasi baru. Mode penyajian tari simbolis representasional. Jumlah penari yaitu 11 penari, yang mana 5 penari laki-laki dan 6 penari perempuan. Kostum tari perempuan menggunakan baju kebaya labuh dan kostum laki-laki menggunakan baju melayu cekak musang. Tata rias penari perempuan menggunakan tata rias cantik sedangkan tata rias penari laki-laki hanya menggunakan bedak dan alis saja. Tata cahaya tetapi karena tarian ini ditarikan pada siang hari dan letak panggung berada pada luar lapangan maka tidak diperlukan cahaya/lighting. Properti tari yaitu pintu dan dinding Pekan Tua, pintu dan dinding Pelalawan, keris dan selendang. Penonton yang dihadiri oleh warga sekolah, dan tamu undangan.
No other version available