Art Original
Implementasi Program Gerakan Satu Rumah Satu Juru Pemantau Jentik (jumantik) Dalam Pengendalian Penyakit Demam Berdarah Dengue (dbd) Di Wilayah Kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru
Program Satu Rumah Satu Juru Pemantau Jentik (Jumantik) adalah peran serta dan pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan setiap keluarga dalam pemeriksaan, pemantauan, dan pemberantasan jentik nyamuk untuk pengendalian penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui pembudayaan PSN 3 M Plus. DBD merupakan salah satu masalah di bidang kesehatan masyarakat di Indonesia dikarenakan jumlah penderita dan luas daerah penyebarannya semakin bertambah seiring dengan meningkatnya mobilitas dan kepadatan penduduk. Tujuan dari penelitian yakni melihat bagaimana Implementasi Program Gerakan Satu Rumah Satu Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dalam pengendalian penyakit DBD di wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru dan faktor-faktor penghambat implementasi program. Tipe penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini menggunakan teori Implementasi menurut Smith yang memiliki 4 indikator penilaian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa belum optimalnya pelaksanaan Program Gerakan Satu Rumah Satu Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Hal ini disebabkan oleh beberapa kendala yaitu keterbatasan anggaran tidak ada dukungan operasional yang diberikan khusus untuk Program Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik, kurangnya partisipasi masyarakat untuk ikut serta dalam melaksanakan Program Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik, dan sumber daya material seperti bahan atau peralatan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan program Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik yang belum memadai yang sesuai dengan Juknis Program Gerakan Satu Rumah Satu Juru Pemantau Jentik (Jumantik).
No other version available