Art Original
Analisis Geomorfologi Tektonik Dan Prediksi Kekuatan Gempa Bumi Daerah Salibawan, Provinsi Sumatera Barat Hingga Tanobato, Provinsi Sumatera Utara
Subduksi Lempeng Lautan Hindia dan Lempeng Sunda menyebabkan deformasi Sumatra, sehingga menghasilkan gempa besar dan tsunami paling dahsyat bersifat merusak yang pernah terjadi di muka bumi ini yaitu pada 26 Desember 2004. Namun ironisnya hingga saat ini belum terdapat Peta Seismisitas, Peta Skenario Gempabumi dan Peta Geomorfologi Tektonik di Pulau Sumatera pada umumnya dan Sumatera Barat serta Sumatera Utara. Fenomena ini menjadi latar belakang penulis ingin meneliti di daerah penelitian untuk memberikan informasi mengenai perkembangan tektonik (seismisitas, skenario, geomorfologi tektonik) gempabumi, di Salibawan, Provinsi Sumatera Barat hingga Tanobato, Provinsi Sumatera Utara. Metode penelitian yang digunakan memadukan data sekunder bersama dengan data primer yang diperoleh dari dokumentasi data geomorfologi tektonik di lapangan. Beberapa perangkat lunak yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya ArcGIS, GeoMapApp, Faultkin, Iris Earthquake, dengan menggunakan peta dasar Shuttle Radar Topography Mission dengan resolusi 30 m dan GMRT (Global Multi-Resolution Topography). Perhitungan Moment Magnitude gempabumi akan menghasilkan peta neotektonik mengaplikasikan beberapa formula. Dari hasil penelitian ini di dapati beberapa fitur geomorfologi tektonik berupa triangular facet, pembelokan sungai dengan rata-rata 0.3 km, teras sungai, surface rupture, antiklin, offset perlapisan dan longsor. Dominasi jenis pergerakan sesar daerah penelitian adalah sesar geser menganan (dextral). Penulis merekomendasikan 7 buah Centroid Moment Tensor (CMT) yang sama sekali tidak ditunjukkan pada perangkat lunak GeoMapApp diantaranya mewakili parameter sesar diantaranya: Sesar Rao-Sundata (RSF), Sesar Tapanuli-Sitomba (TSF), Sesar Taruang-Panti (TPF), Sesar Nopan-Layang (NLF), Sesar Aekbanir-Panjaringan (APF), Sesar Gunungbaringin-Sunpadang (GSF) dan Sesar Nopan-Tobang (NTF). Potensi Moment magnitude gempabumi paling terbesar di masa depan bersumber dari Sesar Rao-Sundata (RSF) yaitu 7.2 Mw. Sedangkan yang paling kecil bersumber dari Sesar Gunungbaringin-Sunpadang (GSF) yaitu 6.6 Mw. Lembah Panti merupakan lembah terbesar yang terbentuk di daerah penelitian yang disebabkan oleh pergerakan dua sesar utama yaitu Sesar Sesar Rao-Sundata (RSF) dan Sesar Taruang-Panti (TPF).
No other version available