Art Original
Pengaruh Penambahan Aditif Tepung Sagu Terhadap Filtration Loss Dan Compressive Strength Pada Semen Pemboran
Menyesuaikan komposisi bubur semen dengan aditif yang diperlukan merupakan salah satu kunci kesuksesan pemboran. Bubur semen yang bagus harus menghasilkan beberapa parameter seperti filtrarion loss dan compressive strength yang sesuai target. Filtration loss atau hilangnya fasa cair dari bubur semen dapat memepengaruhi nilai kekuatan semen atau compressive strength. Aditif Fluid loss control yang sering digunakan pada pemboran adalah carboxymethyl cellulose (CMC). Namun, pada penelitian kali ini akan digunakan CMC dan juga alternatif dari pati sagu (Metroxylon sp) yang akan ditambahkan ke bubur semen sebagai fluid loss control. Hasil keefektifan pati sagu sebagai fluid loss control akan diuji melalui analisa laboratorium dengan menentukan parameter filtration loss dan compressive strength. Pengujian menggunakan sampel campuran 350 gr semen dan 161 mL air yang akan ditambahkan aditif CMC dan pati sagu dengan ko2nsentrasi masing masing 0, 0.2, 0.6, 1, 1.4 dan 1.8%. Hasil terbaik yang didapat adalah sampel yang ditambahkan pati sagu dengan konsentrasi 1% mampu mengurangi filtrat hingga 40 mL, sementara kekuatan semen yang terbaik adalah dengan penambahan pati sagu dengan konsentrasi 1% dengan hasil compressive strength 3176.13 psi dan shearbond strength 531.86 psi.
No other version available