Art Original
Studi Laboratorium Perbandingan Polimer Sintetis & Daun Cincau Hijau (cyclea Barbata Miers) Terhadap Rheologi Lumpur Pemboran
Penggunaan lumpur di dalam industri migas merupakan salah satu bagian yang terpenting dari sistem pemboran, karena lumpur pemboran harus diberi perhatian khusus guna untuk melancarkan suatu proses pemboran. Hambatan yang sering terjadi disebabkan adanya lapisan shale/clay yang reaktif pada suatu formasi. Agar lumpur pemboran berfungsi dengan baik dan optimal maka rheologi lumpur pemboran diberikan perhatian khusus selama proses pemboran berlangsung. Pada penelitian ini PHPA (Partially Hydrolyzed Polyacralamide) sebagai polimer sintetis lumpur ini sangat cocok digunakan pada formasi yang memiliki jenis batuan laminar shale, clay dan limestone, terutama juga batuan yang memiliki tingkat sloughing shale dan clay swelling yang tinggi. Lumpur ini juga tergolong sistem penghambat (inhibitif) terhadap shale tanpa mengurangi peranan materialnya sebagai pembentuk lumpur. Sementara pada ekstrasi tumbuhan daun cincau hijau (Cyclea Barbata Miers) juga digunakan sebagai polimer (biopolimer) karena memiliki polisakarida dimana polisakarida merupakan karbohidrat yang tersusun atas ribuan monosakarida yang berfungsi sebagai tekstur dan kekentalan yang akan digunakan sebagai polimer bahan dasar dari pembuatan lumpur. Hasil ekstrasi daun cincau hijau (Cyclea Barbata Miers) pada konsentrasi 0.5 gram sebesar 347 ml, kemudian konsentrasi 1 gram sebesar 335 ml, kemudian konsentrasi 1.5 gram sebear 331 ml dan pada konsentrasi 2 gram sebesar 327 ml. Pengamatan hasil pengujian laboratorium pada rheologi lumpur pemboran seperti densitas, viscositas, gel strength, viscositas plastic, yield point, shear stress dan shear rate. Pada yield point terjadi penurunan yang sangat drastis setiap penambahan konsentrasi pada lumpur sampel I daun cincau sebesar (-0.1 lb/1000ft²), sampel II daun cincau (-0.2 lb/1000ft²) , sampel III daun cincau (-0.5 lb/1000ft², sampel IV daun cincau peningkatan mulai terjadi sebesar (0.2 lb/1000ft²) sehingga dapat dikatakan bahwa konsentrasi yang digunakan sangat kurang sehingga penggunaan daun cincau pada penelitian ini sebagai lumpur pemboran dapat dikatakan lumpur tidak layak untuk digunakan.
No other version available