Art Original
Identifikasi Air Tanah Dengan Menggunakan Metode Geolistrik Disekitar Lingkungan Rektorat Universitas Islam Riau Kecamatan Bukit Raya Kota Pekanbaru Riau
Air adalah salah satu kebutuhan pokok bagi kelangsungan makhluk hidup, namun di Daerah sekitar Lingkungan Rektorat, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru ini memiliki kendala disaat mau mencari titik pengeboran air. Sehingga menjadi permasalahan yang sangat penting disekitaran lokasi tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sebaran nilai resistivitas lapisan penyusun airtanah dan kedalamannya sehingga memudahkan untuk mendapatkan airtanah yang layak digunakan. Penelitian tentang airtanah ini dilakukan dengan menggunakan metode geolistrik sebagai data utama dan data pengeboran sebagai data pendukungnya. Dari hasil analisis data geolistrik lintasan 1 yang memiliki lapisan akuifer pada nilai resisitivitas 365–1237 Ωm kurang lebih di kedalaman 2.5–17.5 meter di interpretasikan sebagai endapan lempung, pada nilai resistivitas 3568–22345 Ωm kurang lebih di kedalaman 17.5–30 meter di interpretasikan sebagai endapan lanau, pada nilai resistivitas 34765–143256 Ωm kurang lebuh di kedalaman 36.5–42.5 meter di interpretasikan sebagai endapan pasir. Pada lintasan 2 yang berpotensi sebagai lapisan akuifer dengan nilai resistivitas 22.4– 764 Ωm kurang lebih di kedalaman 3–20 meter di interpretasikan sebagai endapan lanau dan pada nilai resistivitas 764–2436 Ωm kurang lebih di kedalaman 2–10 meter di interpretasikan sebagai endapan lempung, dan pada nilai resistivitas 2436-87532 Ωm kurang lebih di kedalaman 25–73 meter yang di indikasikan sebagai potensi akuifer yang mengandung air tanah. Dalam analisis data sumur yang dibor didapatkan hasil warna air jernih, parameter rasa dengan persentase tawar 100%, tidak berbau, suhu berkisar 27,70C-28,60C, Ph 6,55, TDS
No other version available