Art Original
Analisis Waterflood Surveillance Skala Sumur Dan Pattern Flood Pada Reservoir Sandstone Lapangan Marpoyan Damai
Pada penelitian ini dilakukan di lapangan Zamrud, Riau, Indonesia yang dikelola oleh PT. Bumi Siak Pusako – Pertamina Hulu lapangan ini sudah memasuki tahap secondary recovery sejak tahun 1993 sampai sekarang. Namun akan tetapi waterflooding yang dilakukan belum membuahkan hasil yang maksimal. Selama dilakukan project waterflood sumur produksi memberikan respon yang beragam secara garis besar ada yang memberikan respon positif dan negatif (oil gain/loss). Terkait dengan variasi respon yang terjadi pada sumur produksi tidak lepas dari karakteristik reservoir dan sumur yang berbeda. Maka oleh sebab itu dilakukan kegiatan surveillance untuk memonitoring permasalahan yang terjadi berdasarkan performa sumur produksi (oil loss). Pada penelitian ini ditargetkan pada reservoir utama yaitu pada lapisan 2830’ sand dan 2900’ sand yang terdiri dari 6 sumur produksi dan 2 injeksi. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui permasalahan apa yang sedang terjadi pada sumur injeksi maupun sumur produksi dengan diagnostic plot, kemudian untuk mengetahui pengaruh laju injeksi terhadap variasi permeabilitas dengan harapan dapat mencegah terjadinya channelling terutama pada sumur multizonal completion. Berdasarkan hasil yang diperoleh dengan melakukan komparasi laju injeksi dan produksi diperoleh VRR rata-rata sama dengan 1 dengan respon sumur produksi yang beragam terdapat 2 sumur produksi dengan produktifitas tinggi (high oil, high water), 3 sumur low productivity (low oil, low water) dan 1 sumur high oil low water. Jika dilihat dari WOR dan WOR’ terdapat 5 sumur yang terdiagnosis mengalami coning with late time channelling dan satu sumur mengalami multi-layer channelling, Adapun kumulatif minyak diperoleh di lapangan Marpoyan Damai selama project water flooding adalah sebesar 8964.4 MSTBO, sisa cadangan dengan metode DCA masih tersisa sebesar 230.4 MSTBO maka dapat diperoleh EUR sebesar 9194.8 MSTBO dan secara rata-rata sumur produksi akan berhenti diproduksi sampai pada economic limit (Qel = 5 BOPD) selama kurun waktu 5.6 tahun kedepan.
No other version available