Art Original
Analisis Kualitas Dan Pendugaan Potensi Air Tanah Dengan Menggunakan Metode Geolistrik Schlumberger Didusun I Gaung, Desa Ketaping Jaya, Kecamatan Inuman, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau.
Lokasi penelitian Eksplorasi air tanah menggunakan metode geolistrik Schlumberger dilakukan di Dusun I Gaung, Desa Ketaping Jaya, Kecamatan Inuman, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Identifikasi lapisan akifer ini menggunakan parameter tahanan jenis batuan dengan cara menginjeksikan arus ke permukaan untuk mengetahui kondisi bawah lapisan dan keberadaan akifer pada daerah penelitian. Berdasarkan hasil pengolahan data, interpretasi menggunakan software PROGRESS dan Ip2win mendapatkan hasil berupa resistivity log. Terdapat dua (2) titik duga yaitu pada GL-1 dan GL-2 secara keseluruhan memiliki lapisan tanah penutup, lempung, kerikil, kerakal, pasir, dan pasir kasar. Lapisan yang memiliki potensi akifer berada pada GL-2 memiliki lapisan yang cukup tebal dengan kedalaman 3.56 – 31.20 meter dan nilai resistivitas 92.37 Ohm. Merupakan endapan unduk sungai yang terdiri dari pasir, pasir kasar, kerakal, dan kerikil yang cukup tebal, sedangkan pada GL-1 memiliki nilai resistivitas 111.5 Ohm dan kedalaman 18.97 – 39.00 dengan litologi pasir, pasir kasar, dan lempung. Untuk memaksimalkan hasil penelitian pengambilan sampel air pada sumur warga juga dilakukan pada daerah penelitian sebanyak 7 sampel air sumur cincin guna mengetahui kualitas dan kuantitas air tanah berdasarkan sifat fisika dan kimia air tanah dan beberapa parameter pendukung seperti bau, warna, rasa, suhu, daya hantar listrik, TDS dan pH menurut PERMENKES No 492 Tahun 2010. Analisa yang dilakukan berdasarkan pola kontur terdapat pusat aliran dan pusat persebaran air tanah, 3 sumur tidak layak dan 4 sumur yang layak memiliki rasa tawar, tidak berwarna, dan tidak memiliki bau, dengan suhu sekitar 27.2°C hingga 27.6°C. nilai TDS rata-rata sumur 7, pH rata-rata daerah penelitian menunjukan bahwa air layak dikonsumsi.
No other version available