Art Original
Pengaruh Penambahan Karet Ban Pada Campuran Aspal Cair Ac-bc Terhadap Uji Marshall
Karet ban merupakan bahan yang berasal dari ban kendaraan yang sudah tidak terpakai lagi. Ban kendaraan terbuat dari campuran karet alami dan sintetis yang diperkuat dengan serat dan baja. Setelah masa pakainya habis, ban sulit dikelola karena tidak mudah terurai secara alami. Sifat yang positif dari karet ban adalah sifatnya yang tahan air, memiliki sifat fleksibilitas dan lentur yang baik. Maka dari itu penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisa pengaruh penambahan karet ban pada campuran aspal cair AC-BC terhadap uji Marshall. Metode penelitian ini melibatkan campuran aspal cair AC-BC dengan persentase karet ban (0%, 0,5%, 0,75%, 1%, dan 1,25%). Campuran tersebut kemudian diuji menggunakan uji Marshall untuk mengevaluasi stabilitas, flow, nilai MQ, VIM, VFA, dan VMA. Hasil uji Marshall dianalisis untuk mengidentifikasi perbedaan yang signifikan antara campuran dengan dan tanpa penambahan karet ban. Hasil penelitian ini memperoleh nilai kadar aspal optimum sebesar 5,25%. Dalam penelitian ini, semakin besar penambahan persentase dari karet ban ,maka nilai VFA semakin naik, tetapi nilai VIM dan VMA semakin menurun. Nilai Stabilitas dalam penambahan karet ban dari terendah hingga tertinggi adalah 1663,12 Kg, 1821,86 Kg, 1904,84 Kg, 1998,63 Kg, dan 2005,85 Kg. Meskipun mengalamai kenaikan, nilai stabilitas masih memenuhi standar spesifikasi. Nilai flow mengalami peningkatan, tetapi pada persentase 1% dan 1,25% tidak memenuhi standar spesifikasi. Nilai Marshall Quotient mengalamai penurunan pada persentase 0,75% sampai 1,25% meskipun masih memenuhi standar spesifikasi. Dengan demikian, dapat disimpulkan penggunaan karet ban dalam campuran aspal cair AC-BC memberikan dampak positif terhadap hasil uji Marshall terutama pada variasi 0,5% dan 0,75%
No other version available