Art Original
Analisis Keekonomian Design Hydraulic Fracturing Pada Sumur Ab-1, Ab-2, Dan Ab-3 Di Lapangan Z Berdasarkan Kontrak Gross Split
Pada saat sekarang ini minyak dan gas bumi (migas) masih menjadi sumber energi utama di indonesia maupun dunia.ditengah meningkatnya permintaan energi dan penurunan produksi dari lapangan migas konvensional.oleh karena itu,dibutuhkan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) salah satunya seperti metode hydraulic fracturing yang bisa menjadi pilihan untuk meningkatkan produksi migas. Pada penelitian ini ada sebuah lapangan Z yang merupakan lapangan Gas. Dilapangan Z ada 3 sumur yaitu sumur AB-1, AB-2, dan AB-3 yang Karakteristik reservoir gas pada lapisan G memiliki permeabilitas rendah (0.05–10 mD) dan terdapat terdapat salah satu fenomena yaitu adanya pengaruh aliran non-darcy. sehingga dilakukan stimulasi hydraulic fracturing (HF) untuk mencapai produksi yang ekonomis. Analisis keekonomian perlu dilakukan pada pekerjaan design HF pada ketiga sumur dengan menggunakan metode skema bagi hasil Gross Split dengan indikator keekonomian yaitu NPV, IRR, dan POT untuk menentukan kelayakan dari design HF ketiga sumur. Berdasarkan hasil dari analisis keekonomian pekerjaan design HF yang telah dilakukan maka proyek design HF ini bernilai ekonomis atau layak dengan hasil pada sumur AB-1 didapatkan NPV sebesar 329.417 US$, IRR sebesar 122% dan POT selama 5 bulan, sedangkan pada sumur AB-2 didapatkan NPV sebesar 117.518 US$, IRR sebesar 55% dan POT selama 7 bulan, serta pada sumur AB-3 didapatkan NPV sebesar 1.052.786 US$, POT selama 2 bulan. Analisis sensitivitas dilakukan dengan mengurangi maupun ditambahkan sebesar 20% menjadi 80% dan 120%. Berdasarkan hasil analisis sensitivitas, harga gas dan kumulatif produksi merupakan parameter yang paling berpengaruh terhadap hasil NPV dan IRR
No other version available