Art Original
Analisis Penentuan Desa Pusat Pertumbuhan Dalam Rangka Pengembangan Wilayah Di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak
Ketimpangan pembangunan khususnya pedesan terjadi di kecamatan Sungai Apit terutama struktur produksi dan infrastruktur hal ini menyebabkan timbunya desa-desa terbelakang atau tertinggal. Kecamatan sungai apit pula memiliki pola desa yang memanjang mengikuti garis pantai dengan ibukota kecamatan yang berada di barat kecamatan hal ini tentu menyebabkan beberapa desa bagian timur di Kecamatan harus menempuh waktu dan jarak yang cukup jauh untuk sampai ke ibukota kecamatan. untuk mendapatkan kebutuhan sehari-hari, pelayanan sosial, pelayanan administrasi dan lainnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakn teknik analisis, penyusunan tipologi berdasarkan kriteria dan skor, identifikasi Desa Pusat Pertumbuhan berdasarkan . Analisisn SWOT untuk mengidentifikasi strategi dan Kebijakan untuk pengembangan Desa Pusat Pertumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 14 desa di Kecamatan Sungai Apit masih tergolong desa transisi. Sebanyak 4 desa memenuhi kriteria sebagai Kawasan Terpilih Pusat Pembangunan Desa ( KTP2D) yaitu Desa Mengkapan, Desa Penyengat, Desa Sungai Rawa, dan Desa Tanjung Kuras yang selanjutkan akan dipilih menjadi Desa Pusat Pertumbuhan. Berdasarkan penilaian penentuan Desa Pusat Pertumbuhan Desa Mengkapan dengan skor 53,05 dan Desa Sungai Rawa dengan skor 52,4 di klasifikasikan sebagai Kawasan dengan Potensi untuk menjadi Desa Pusat Pertumbuhan (DPP). Berdasarkan Analisis SWOT Desa Sungai Rawa dan Desa Mengkapan merupaka desa yang potensial dibidang perkebunan dan hasil laut, dengan masih membutuhkan bantuan dari pemerintah untuk meningkatkan SDM dan mengatasi berbagai masalah lingkung daerah pesisir.
No other version available