Art Original
Strategi Pengembangan Ekowisata Hutan Mangrove Di Desa Sawang Selatan, Kabupaten Karimun
Pemanfaatan hutan mangrove sebagai ekowisata diyakini dapat dijadikan sebagai pendorong dalam pelestarian hutan mangrove sekaligus dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat. Hal ini menjadi dasar pengembangan ekowisata hutan mangrove di Desa Sawang Selatan oleh pemerintah desa. Akan tetapi, ekowisata hutan mangrove tersebut belum berkembang seperti yang diharapkan, hal ini disebabkan oleh bentuk pengelolaan yang tidak jelas dan minimnya pelibatan masyarakat dalam pengelolaan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan ekowisata hutan mangrove di Desa Sawang Selatan, Kabupaten Karimun. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan deduktif dengan metode deskriptif kuantitatif dan Kualitatif. Untuk mendeskripsikan kondisi mangrove, karakteristik masyarakat dan peran pemerintah dilakukan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Selanjutnya penentuan strategi dari penelitian ini menggunakan metode SWOT dengan pembobotan berdasarkan EFAS-IFAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi mangrove memiliki tingkat keragaman yang cukup tinggi dimana terdapat 10 spesies mangrove, dan juga ditemukan beberapa kelas hewan seperti burung, ikan, reptil, dan udang-udangan. Masyarakat Desa Sawang Selatan umumnya berkerja sebagai petani dan sebagian besar berpendidikan Sekolah Dasar, dengan rata-rata pendapatan rendah yaitu Rp 500.000,-Rp 1000.000. Peranan pemerintah dalam pengelolaan dalam ekowisata mangrove berupa pendanaan dan oprator pengelola kegiatan ekowisata hutan mangrove. Berdasarkan hasil analisis SWOT dengan pembobotan berdasarkan EFAS-IFAS maka diperoleh rumusan starategi pengembangan ekowisata hutan mangrove dengan urutan prioritas sebagai berikut: (1) Meningkatkan pengawasan terhadap kelestarian ekosistem mangrove. (2) Menigkatkan kenyamanan dan infrastruktur ekowisata. (3) Meningkatkan sumber daya manusia penduduk stempat. (4) Meningkatkan kegiatan Promosi. (5) Pembinaan dan Pengarahan kepada penduduk setempat dalam pengembangan ekowisata. (6) Pemeliharaan fasilitas ekowisata yang tersedia.
No other version available