Art Original
Integrasi Kontrol Pada Water Coning Menggunakan Sinergi Komplesi Downhole Water Loop Dan Water Shut Off Dengan Stimulasi Polimer
Selama satu dekade terakhir harga minyak mengalami ketidakstabilan yang menyebabkan menurunnya kegiatan eksplorasi dan ekspliotasi karena rendahnya harga minyak dan tingginya biaya produksi. Di Indonesia hal tersebut diperburuk karena konsumsi bahan bakar fosil yang mencapai 1,6 juta barel perhari. Selain itu penurunan produksi minyak juga disebabkan oleh menurunnya jumlah lifting karena penurunan kinerja reservoir dari lapangan produksi yang ada dikarenakan air yang ikut terproduksi selama proses eksploitasi. Air yang terproduksi selama proses eksploitasi merupakan salah satu limbah terbesar dalam industri, memproduksi sekitar 300 juta barel air dengan produksi minyak 80 juta barel yang berarti perusahaan memproduksi 3 atau 4 barel air untuk setiap barel minyak. Salah satu penyebab berlebihnya produksi air selama proses eksploitasi adalah water coning. Reservoir dengan tenaga pendorong bottom water drive akan lebih mudah terbentuk water coning. Dikarenakan adanya water coning akan menyebabkan sumur memiliki critical production rate yang rendah. Karena fenomena ini, menyebabkan naiknya biaya produksi, efisiensi produksi yang berkurang, mempercepat korosi pada peralatan, dan akhirnya berhentinya proses produksi. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mitigasi water coning dengan menerapkan komplesi DWL yang dikombinasikan dengan WSO menggunakan stimulasi polimer. Setelah penerapan metode kombinasi antara komplesi DWL dan WSO dengan stimulasi polimer, didapatkan hasil bahwa dengan metode tersebut dapat menurunkan produksi air yang disebabkan water coning sebesar 62,72% dan meningkatkan produksi minyak sebesar 4,57% lebih baik dari pada hasil yang diperoleh dengan metode konvensional. Berdasarkan gap produksi air dan minyak juga diketahui bahwa metode kombinasi menunjukkan lifting yang lebih baik dari pada metode konvensional ataupun metode lainnya, dimana pada metode kombinasi hanya memproduksikan 1 barel air untuk setiap 1 barel minyak yang berdampak baik pada nilai water cut, setelah 20 tahun produksi diketahui nilai water cut hanya sebesar 70%, sehingga dapat meningkatkan umur produksi sumur lebih baik sebelum sumur mencapai economic limit.
No other version available