Art Original
Analisis Perkembangan Permukiman Wilayah Peri Urban Di Kecamatan Tebing Tinggi Barat Tahun 2010-2020
Wilayah yang memiliki tingkat pertumbuhan pembangunan adalah wilayah Pinggiran Kota (Peri Urban) yang merupakan peralihan dari wilayah kota dan wilayah desa yang memiliki karakeristik dan atribut yang berbeda. Penyebaran perkembangan kota ke daerah pinggiran yang diakibatkan keterbatasan lahan dan eksistensi aktivitas pedesaan yang menimbulkan perkembangan wilayah peri urban. Perkembangan permukiman di pinggiran kota terjadi dibeberapa wilayah, salah satunya berada pada Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti. Hal itu yang mendasari penelitian ini sehingga menjadi tujuan dalam mengetahui perkembangan permukiman yang ada di Wilayah Peri Urban Kecamatan Tebing Tinggi Barat. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dimana populasi dalam penelitian ini adalah lahan terbangun di Kecamatan Tebing Tinggi Barat dengan sampel adalah Masyarakat di Kecamatan Tebing Tinggi Barat dengan perwakilan jumlah KK. Pengumpulan data diperoleh melalui data yang sudah ada serta observasi lapangan. Berdasarkan hasil penelitian, pada perkembangan permukiman Wilayah Peri Urban di Kecamatan Tebing Tinggi Barat pada Tahun 2010-2020, perkembangan lahan yang pesat terjadi pada tahun 2020 dimana mencapai 1,2% dari total luas lahan 587,33 Km2. Sedangkan pada tahun 2010, lahan terbangun lebih sedikit 52% dari lahan terbangun di tahun 2020. Pada pola perkembangan permukiman di Koridor Jalan Perumbi memiliki dua pola yakni mengikuti Ruas Jalan Perumbi dan tersebar, dimana periode perubahan lahan terbangun paling besar terjadi pada Tahun 2020 sebesar 1,264 Km2 dimana jauh lebih besar dari Tahun 2010 yang disebabkan pertumbuhan penduduk serta luas lahan di perkotaan sudah tidak memadai. Serta pada Analisis Faktor yang mempengaruhi perkembangan permukiman di Kecamatan Tebing Tinggi Barat, terdapat satu faktor yang sangat mempengaruhi yakni faktor topografi daerah di Kecamatan Tebing Tinggi Barat yang mana memiliki kondisi lahan gambut dan rawa-rawa sehingga mempersulit dalam melakukan pembangunan.
No other version available