Art Original
Studi Pengembangan Sektor Pertanian Dalam Mempercepat Perkembangan Wilayah Kecamatan Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara
Berdasarkan data pertumbuhan ekonomi di Kecamatan Tarutung yang sebagian besar luas daerahnya adalah lahan pertanian, namun wilayah ini belum mampu dikatakan menunjang perkembangan wilayah dan mensejahterakan masyarakat sepenuhnya karena berdasarkan data kecamatan produksi padi mengalami penurunan pada tahun 2020 dimana pada tahun 2019 hasil produksi padi di Kecamatan Tarutung ialah 5 407,26 Ton dengan luas panen 911,5 Ha menurun pada tahun 2020 sebesar 4 883,11 Ton dengan luas panen 984,3 Ha. Tujuan penelitian ini adalah merumuskan strategi pengembangan potensi sektor pertanian dalam mempercepat perkembangan wilayah di Kecamatan Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Location Quotient (LQ), analisis deskriptif kualitatif dan SWOT untuk merumuskan strategi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa komoditas yang memiliki keunggulan di Kecamatan Tarutung adalah cabai di urutan pertama disusul oleh komoditas kacang tanah, bawang daun dan kelapa. Selanjutnya disusul oleh peternakan itik, komoditas ubi jalar dan tomat. Selanjutnya komoditas kopi dan kentang dan disusul oleh padi ladang dan ubi kayu. Strategi pengembangan sektor pertanian berdasarkan hasil SWOT adalah : (1) membangun kerjasama antar pemerintah, swasta dan masyarakat; (2) meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana (3) meningkatkan kegiatan pengembangan sektor pertanian melalui penerapan IPTEK, (4) meningkatkan ketersediaan sumber daya lahan pertanian dan sumberdaya ekonomi pertanian dengan membuka peluang pasar yang luas melalui investor, (5) meningkatkan dukungan kebijakan pemerintah daerah serta kerjasama antar stakeholder dalam pengembangan sektor pertanian (6) meningkatkan kegiatan penyuluhan pertanian yang optimal dan berkelanjutan.
No other version available