ETD - UIR

Electronic Thesis and Dissertation

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
    Member Login Online Registration
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject NPM Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Ekstraksi Pektin Kulit Buah Nangka  Sebagai Potensi Biopolimer Dengan Metode   Microwave Assisted Extraction
Bookmark Share

Art Original

Ekstraksi Pektin Kulit Buah Nangka Sebagai Potensi Biopolimer Dengan Metode Microwave Assisted Extraction

Fatrio Adam - Personal Name; Tomi Erfando - Personal Name;

Polyacrylamide dan polisakarida merupakan polimer yang sering digunakan karena polimer tersebut memiliki kekurangan seperti hydrolyzed polyacrylamide (HPAM) dengan yang selalu rentan pada kondisi reservoir yang keras seperti gaya geser yang tinggi , salinitas, dan suhu. Sedangkan biopolimer xanthan gum terdapat kekurangan seperti memiliki biaya yang cukup besar dan relative lebih rentan terhadap biodegradasi dalam reservoir. Pektin dapat dijadikan sebagai alternatif karena biodegradasi yang baik dengan kemampuan terurai secara alami, transparan, sifat elongasi yang baik, serta kemampuan dalam membentuk gel yang cukup tinggi. Pada penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui karakterisasi dan rheologi biopolimer kulit nangka. Kulit nangka merupakan limbah yang mengandung kadar pektin yang cukup tinggi yaitu sebesar 23,47 % melalui proses Microwave assisted extraction (MAE). Metode Microwave assisted extraction (MAE) yaitu mengkombinasikan microwave dan pelarut ekstraksi dengan keunggulan membutuhkan waktu ekstraksi yang cepat. Diharapkan biopolimer yang dihasilkan meningkatkan viskositas air serta memenuhi standar karakterisasi dalam aplikasi terhadap dunia perminyakan. Hasil uji FTIR menunjukkan gugus-gugus fungsi yang membentuk senyawa pektin. Konsentrasi biopolimer yang digunakan yaitu 1000 ppm, 2000 ppm, dan 3000 ppm. Nilai viskositas pektin yaitu 0.503 cp, 0.565 cp, 0.592 cp dan nilai viskositas xanthan gum yaitu 1.266 cp, 3.096 cp, 13.13 cp. Viskositas pektin lebih kecil dari viskositas xanthan gum. Viskositas biopolimer mengalami penurunan seiring bertambahnya salinitas. Penurunan viskositas pada pektin dengan pengujian thermal adalah 26 %, 28% dan 30% sedangkan penurunan viskosittas pada xanthan gum adalah 21%, 49% dan 42%. Penurunan viskositas terjadi akibat tingginya shear rate dan salinitas yang tinggi yang disebabkan oleh rusaknya pembentukan gel oleh faktor tersebut.


Availability
#
Teknik Perminyakan (Fakultas Teknik) Perminyakan 622.3 Fat E
248101
Available but not for loan - ETD
Detail Information
Call Number
Perminyakan 622.3 Fat E
Language
Indonesia
NPM
173210124
Publisher
Teknik Perminyakan : Universitas Islam Riau., 2022
Keyword(s)
Biopolimer
Xanthan gum
Pektin
Microwave assisted extraction
Other Information
Petugas
Erza Pebriani
Other version/related

No other version available

File Attachment
  • Please login to see this attachment
Comments

You must be logged in to post a comment

ETD - UIR
  • Information
  • Services
  • Librarian
  • Member Area

About Us

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search
Where do you want to share?