Art Original
Analisis Kemampuan Isolat Jamur Aspergillus Niger Dengan Penambahan Sumber Karbon Pada Media Tumbuh Dalam Menghasilkan Biosurfaktan Untuk Alternatif Meor
Biosurfaktan dapat diproduksi dari bakteri atau jamur yang ditumbuhkan pada berbagai substrat. Penelitian ini dilakukan untuk memproduksi Biosurfaktan dari jamur Aspergillus niger yang telah ditumbuhkan pada medium Stone Mineral Salt Solution (SMSS) padat dengan penambahan minyak jelantah, paraffin cair, dan tepung tapioka sebagai sumber karbon serta NH4NO3 sebagai sumber nitrogennya. Sumber karbon terbaik untuk pertumbuhan jamur Aspergillus niger adalah tepung tapioka. Produksi Biosurfaktan oleh jamur Aspergillus niger dilakukan dalam media SMSS cair dengan penambahan sumber karbon minyak jelantah dan paraffin cair sebanyak 16 ml pada 4 erlenmeyer, NH4NO3 sebagai sumber nitrogen, dilakukan pada pH 4, dan menggunakan jamur yang telah ditumbuhkan pada media SMSS padat. Biosurfaktan terbaik dihasilkan dari media cair + paraffin cair dengan jamur dari media padat + tepung tapioka (sampel 4), kemudian dari media cair + paraffin cair dengan jamur dari media padat + paraffin cair (sampel 3), lalu media cair + minyak jelantah dengan jamur dari media padat + tepung tapioka (sampel 2), dan yang terakhir media cair + minyak jelantah dengan jamur dari media padat + minyak jelantah (sampel 1). Nilai ODA paling tinggi diberikan oleh sampel 4 dengan nilai (6 cm), kemudian sampel 1 (4,1 cm), sampel 2 (3,6 cm), dan sampel 3 (2,4 cm). E24 paling besar diberikan oleh Biosurfaktan dari sampel 4 dengan nilai (51,3%), sampel 3 (28%), serta sampel 1 dan 2 (13%). Hasil pengujian penurunan tegangan permukaan paling tinggi diberikan oleh Biosurfaktan dari sampel 4 (20,5 dyne/cm), sampel 3 (10 dyne/cm), sampel 2 (8,3 dyne/cm), dan sampel 1 (8,2 dyne/cm).
No other version available