Art Original
Stabilisasi Tanah Gambut Dengan Campuran Asam Fosfat (h3po4)
Riau merupakan Provinsi yang memiliki lahan tanah gambut. Tanah gambut merupakan jenis tanah yang terbentuk dari sisa-sisa tumbuhan yang setengah membusuk yang belum selesai, namun berlangsung dalam waktu yang lama. Stabilisasi tanah yang biasa dilakukan adalah dengan menambah bahan kimia pada tanah sehingga terjadi reaksi kimia yang mengakibatkan ikatan antara butir-butir tanah tersebut menjadi kompak, salah satunya yaitu dengan cara stabilisasi kimia yang bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan daya dukung yang standar untuk sebuah kontruksi dan mengurangi sifat yang kurang baik dari tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik tanah gambut dan penambahan asam fosfat (H3PO4) terhadap nilai CBR (California Bearing Ratio). Penelitian ini menggunakan metode eksperimentral di laboratorium yang meliputi pengujian sifat-sifat fisik tanah dan kuat dukung tanah CBR (California Bearing Ratio). dengan variasi penambahan asam fosfat 3%, 6%, 9% dan 12% dengan lama pemeraman 1 hari dan 4 hari serta perendaman 1 hari dan 4 hari. Hasil penelitian yang didapatkan tanah gambut memiliki berat jenis sebesar 1,53, kadar air sebesar 351,1%, kadar air maksimum (OMC) sebesar 132% dan nilai kepadatan kering maksimum (MDD) sebesar 0,4 gr/cm3. Nilai CBR tanah gambut asli terbesar yaitu waktu pemeraman 4 hari sebesar 1,36%. Sedangkan untuk nilai CBR penambahan asam fosfat terbesar yaitu pada pemeraman 1 hari persentase 3%, dan terjadi penurunan untuk setiap penambahan asam fosfat selanjutnya. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa asam fosfat (H3PO4) tidak dapat digunakan sebagai bahan tambahan untuk perbaikan tanah gambut, dikarena kan nilai CBR yang didapat
No other version available