Art Original
Pengaruh Hasil Limbah Karbit Sebagai Filler Terhadap Nilai Karakteristik Marshall Pada Aspal Ac-wc
Penelitian ini menggunakan bahan alternatif baik limbah karbit dapat meningkatkan kualitas perkerasan jalan. Limbah karbit memiliki kandungan CaO atau Kalsium yang cukup tinggi, mengandung 61,95% unsur kalsium, sehinga limbah karbbit dapat digunakan sebagai Filler pada campuran Asphalt Concrate – Wearing Course. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar aspal optimum (KAO) dan untuk mengetahui pengaruh penggunaan limbah karbit sebagai filler dalam campuran AC – WC menggunakan Spesifikasi Umum Bina Marga 2010 (Revisi 2) menggunakan metode Marshall Test. persentase penggunaan filler limbah karbit yaitu 0%, 15%, 30%, 45%, 60%. Hasil pengujian analisa saringan diperoleh persentase pemakaian agregat kasar sebesar 16,31%, agregat medium 28,17%, abu batu 41,55%, pasir 13,98% dan variasi kadar aspal dengan persentase 5%, 5,5%, 6%, 6,5%, dan 7%. Nilai kadar aspal optimum adalah 5,6% Hasil pengujian diperoleh Kadar Aspal Optimum yaitu 5,6%. Pada pengujian Marshall dengan Filler limbah karbit campuran yang paling baik untuk memenuhi Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 (Revisi 2) adalah campuran limbah karbit variasi 30%. Dengan hasil Stabilitas sebesar 1593,63 kg, VFA sebesar 68,92%, VMA sebesar 18,19%, VIM sebesar 4,42% dan Flow sebesar 2,62mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai VMA, VIM, dan stabilitas meningkat dari 0% hingga 30%, tetapi menurun pada 45% dan 60%. Nilai VFA menurun dari 0% hingga 30% dan meningkat pada 45% dan 60%. Nilai flow menurun dari 0% hingga 60% dan memenuhi spesifikasi pada 0% hingga 30%, namun pada 45% dan 60% tidak memenuhi spesifikasi yaitu minimum 2 mm dan maksimum 4 mm.
No other version available