Art Original
Tingkat Sense Of Community Pada Ruang Publik Di Kampung Kota (studi Kasus: Kelurahan Kampung Bandar, Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru)
Kampung kota merupakan sebuah permukiman tradisional tidak terencana yang berada di perkotaan. Kelurahan Kampung Bandar yang padat dan tidak teratur memiliki kerapatan bangunan cukup tinggi sehingga kurangnya ketersediaan lahan untuk ruang publik. Ruang publik adalah elemen yang dapat memfasilitasi tumbuhnya rasa kebersamaan (sense of community) antar masyarakat. Terdapat berbagai macam ruang publik di kampung kota yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat melakukan aktivitas dan berinteraksi antarwarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat rasa kebersamaan (sense of community) pada pada berbagai jenis ruang publik di Kelurahan Kampung Bandar. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mix method) yaitu metode kualitatif untuk menjelaskan bagaimana kondisi dan jenis ruang publik di Kelurahan Kampung Bandar dan metode kuantitatif untuk mengetahui tingkat sense of community pada ruang publik kampung kota dengan metode pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner secara acak. Data kuesioner berupa skala likert yang kemudian diolah dan dilakukan uji Kruskal Wallis untuk mencari tingkat sense of community dengan mengklasifikasinya sebanyak tiga kelas yaitu rendah, sedang tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat sense of community pada masing – masing jenis ruang publik di Kelurahan Kampung Bandar memiliki tingkat rasa kebersamaan (sense of community) yang sama, berada pada tingkat sedang. Yang berarti setiap jenis ruang publik di Kelurahan Kampung Bandar dapat memfasilitasi kegiatan masyarakat yang menimbulkan sense of community. Berikut persentase tingkat sense of community berturut – turut menurut responden: jalan kecil/gang (79%), taman tepi sungai/RTH (72%), lapangan terbuka (57%), dan halaman masjid (45%).
No other version available