Art Original
Kajian Manajemen Resiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (k3) Pada Proyek Pembangunan Embung Lakuang Burai Kabupaten Lima Puluh Kota
Industri konstruksi memiliki selalu memiliki potensi bahaya/resiko ketika masa pelaksanaannya. Untuk mengurangi dan mencegah resiko yang terjadi, diperlukan manajemen resiko yang baik. Manajemen resiko merupakan suatu cara dalam mengakomodir resiko yang mungkin terjadi dalam masa pelaksanaan konstrukis tersebut. Adanya manajemen resiko ini akan terlihat proses terstruktur dan sistematis dalam mengidentifikasi, mengukur, memetakan, mengembangkan alternatif penanganan resiko selain itu juga dilakukan memonitor, dan mengendalikan penanganan resiko. Resiko keselamatan dan kesehatan kerja konstruksi merupakan hal yang menjadi konsen karena memberikan dampak dominan ketika resiko tersebut terjadi. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi resiko, menentukan resiko dominan, dan merekomendasikan pengendalian resiko yang sesuai. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan yaitu dengan pendekatan FMEA (Failure Mode Effects Analysis). Metode FMEA merupakan salah satu teknik sistematis untuk mengidentifikasi dan mencegah resiko sebelum terjadi. Responden yang berkonstribusi pada penelitian ini yaitu sebanyak 28 responden. Data yang didapat dari responden itu dilakikan evaluasi proses kegagalan FMEA dilakukan dengan menggunakan tiga indikator yaitu Severity (S), Occurrence (O) dan Detection (D). Untuk menentukan nilai resiko dominan, ketiga indikator tersebut dikalikan dan menghasilkan RPN (Risk Priority Number). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 6 variabel resiko yang teridentifikasi dengan total 32 indikator resiko. Resiko dominan yang diperoleh dari hasil penelitian terdapat 12 indikator resiko, dengan 6 indikator resiko yang paling signifikan yaitu: (i) kekurangan tempat pembungan sampah material, (ii) kelalaian tenaga kerja, (iii) kecelakaan alat berat, (iv) kesulitan transportasi alat berat ke lokasi proyek, (v) lingkungan proyek yang kurang bersih, (vi) lingkungan proyek yang bissing. Rekomendasi terhadap resiko dominan yang dapat diberikan yaitu antara lain: (i) melakukan pembersihan sampah material secara rutin, (ii) melakukan briefing sebelum memulai pekerjaan sehingga pekerja dapat diingatkan kembali agar lebih berhati-hati, (iii) melakukan pengecekan berkala pada alat berat yang akan dipakai, (iv) pengoperasian alat berat harus dilakukan oleh operator alat berat yang berpengalaman, (v) melakukan pembersihan berkala pada area kerja, (vi) menambah operator agar bisa bergantian sehingga bisa mengurangi waktu penggunaan alat berat pada pekerja
No other version available