Art Original
Pengaruh Variasi Pukulan Pada Proses Tempa Pengerjaan Dingin Terhadap Sifat Mekanis Dan Struktur Mikro
Proses tempa merupakan pembentukan logam yang dilakukan dengan mengubah bentuk logam secara deformasi plastis dengan memberikan pukulan mekanik dari luar. Salah satu proses yang memiliki akurasi ukuran dan kualitas permukaan logam yang lebih baik yaitu tempa dengan pengerjaan dingin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi pukulan pada proses tempa cold working untuk mengamati fenomena yang meliputi kekerasan dan pengamatan mikrostruktur. Pada penelitian ini, material dipilih adalah Aluminium 5035 dengan variasi pukulan 0, 25, 50, 75 dan 100 dan temperature ruangan 27 o C. Hasil pengamatan mikrostruktur pada 0 pukulan terlihat fasa yang terbentuk adalah α Aluminium (putih), fasa eutektik silicon yang terletak pada batas-batas α Aluminium dan β silicon yang berwarna gelap, pada 25 pukulan terlihat silicon dan fasa eutectoid mulai terbentuk kecil-kecil, pada 50 pukulan terlihat fasa efektoid mulai pecah dan silicon semakin banyak bermunculan, 75 dan 100 pukulan terlihat fasa efektoid mulai pecah dan silicon semakin banyak bermunculan. Ini juga menyebabkan nilai kekerasan materialnya menjadi tinggi. Hasil pengujian kekerasan pada variasi pukulan menunjukan nilai kekerasan tertinggi pada 100 pukulan yaitu sebesar 45,97 VHN, sedangkan nilai kekerasan terendah pada 0 pukulan yaitu sebesar 36,18 VHN. Hal ini disebabkan karena adanya tekanan (pukulan) yang diberikan ke material sehingga terjadinya pemadatan nilai atom (unsur) logam. Logam akan naik kekerasannya bila logam tersebut mengalami deformasi plastis akibat tempa (cold working), dalam hal ini adalah proses tempa yang mengakibatkan adanya strain hardening tempa cold working.
No other version available