Art Original
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Petani Dalam Berusahatani Padi Sawah Irigasi Ip 200 Di Desa Tebing Tinggi Kecamatan Benai Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Petani Dalam Berusahatani Padi Sawah Irigasi IP 200 Di Desa Tebing Tinggi Kecamatan Benai Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau dibawah bimbingan Bapak Dr. Ir. Saipul Bahri, M.Ec. Pemerintah Provinsi Riau berupaya untuk mempertahankan ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas pertanian. Penerapan IP 200 merupakan salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas dan produksi padi sawah. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Menganalisis karakteristik petani padi sawah irigasi IP 200. (2) Menganalisis teknik budidaya padi sawah irigasi IP 200. (3) Menganalisis biaya Produksi, Produksi, Pendapatan dan Efisiensi Usahatani padi sawah irigasi IP 200. (4) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam berusahatani padi sawah irigasi dengan menerapkan IP 200. Penelitian menggunakan metode survey. Jumlah sampel penelitian sebanyak adalah 30 petani padi yang diambil secara acak sederhana. Data dianalisis secara deksriptif kualitatif dan kuantitafif serta analisis faktor menggunakan SPSS. Hasil penelitian menjelaskan bahwa (1) Rata-rata umur petani 54 tahun, tingkat pendidikan 10 tahun, pengalaman berusahatani 21 tahun dan jumlah tanggungan keluarga 2 jiwa. Status kepemilikan lahan adalah milik sendiri, rata-rata luas garapan seluas 0,27 ha, pola tanam yang digunakan jajar legowo, dan varietas padi yang dipakai adalah Cisokan dan PB 42. (2) Teknik budidaya padi sawah irigasi IP 200 telah sesuai dengan teori. (3) Total biaya padi sawah irigasi IP 200 yaitu Rp. 1.970.848,- dan pendapatan bersih sebesar Rp. 2.888.652,-. Efisiensi usahatani padi sawah irigasi IP 200 yaitu 2,47. (4) Hasil analisis faktor dari 13 variabel yang diteliti, terdapat 8 variabel yang membentuk 3 faktor, sedangkan 5 variabel yang terdiri dari jumlah tanggungan keluarga, pendapatan petani, ketersediaan saprodi, dukungan pemerintah, dan peran penyuluh pertanian harus dikeluarkan dalam analisis karena 5 variabel tersebut tidak memenuhi syarat untuk dilakukan analisis faktor. Faktor yang terbentuk yaitu (1) faktor sarana prasarana, umur, dan pendidikan. Penyusun faktor ini terdiri dari variabel ketersediaan irigasi, ketersediaan alsintan, umur dan lama pendidikan; (2) faktor tempat, pengalaman, dan input. Penyusun dari faktor ini terdiri dari variabel luas lahan, pengalaman berusahatani, dan jenis benih yang digunakan; dan (3) faktor kepemilikan lahan. Penyusun dari faktor ini terdiri dari variabel kepemilikan lahan. Faktor yang paling dominan adalah faktor sarana prasarana, umur, dan pendidikan yang mampu menjelaskan varians total 42,998%. Kata kunci: Padi Sawah Irigasi, IP 200, Usahatani, Keputusan Petani.
No other version available