Art Original
ANALISIS EFEK SENYAWA ANORGANIK NANO-Fe2O3 IRON STONE TERRHADAP THICKENING TIME DAN STRENGTH SEMEN PEMBORAN
Kualitas semen yang baik perlu di-design sesuai kondisi lubang bor. Adakalanya pengeboran cukup dalam sehingga memerlukan thickening time besar agar semen memiliki cukup waktu sebelum akhirnya mengeras. Sebaliknya pada sumur dangkal thickening time rendah sangat diperlukan agar semen cepat mengeras. Kualitas semen juga ditentukan oleh strength semen dalam menahan tekanantekanan di lubang bor, baik tekanan horizontal maupun vertikal. Penelitian menggunakan teknologi nano cukup populer pada saat ini. Beberapa tipe nanopartikel seperti nano-SiO 2 (NS), nano-Al 2 O 3 (NA), nano- TiO 2 (NT), dan nano-Fe 2 O 3 (NF) dianggap sebagai additive semen. Alih-alih menggunakan NT atau NS yang sudah umum, penelitian tugas akhir ini fokus meneliti potensi NF sebagai additive semen karena jumlah yang sangat melimpah. NF didapatkan dengan sintesis batu besi Jorong Pasalolo, Nagari Lolo, Kec Pantai Cermin, Kabupaten Solok Sumatera Barat menggunakan metode kopresipitasi. Pengujian XRF dan XRD dilakukan untuk mengetahui unsur-unsur yang terkandung dalam batu besi dan fasa yang terbentuk setelah proses kalsinasi. Hasil pengujian menunjukkan terdapat 62.8 % Fe pada batu besi dan senyawa Fe 2 O 3 berfasa alpha (NF) terdeteksi menggunakan Match! 3. NF dapat mempengaruhi compressive strength dengan konsentrasi optimum 1% NF BWOC yaitu sebesar 2536.2953 psi (kenaikan 304.47% dari semen + 0% NF) begitu pula pada pengujian shear bond strength didapatkan konsentrasi NF optimum sebesar 1% NF BWOC yaitu 351.8479 psi (kenaikan 21.73% dari semen + 0% NF). Pada pengujian thickening time didapatkan NF mengurangi thickening time seiring penambahan konsentrasi 1%, 2%, 3%, dan 5% sehingga bubur semen lebih cepat mengeras
No other version available