Art Original
Tinjauan Kuat Dukung Aksial Fondasi Tiang Pancang Berdasarkan Data Spt Terhadap Uji Beban Pada Perluasan Terminal Bandara Sultan Syarif Kasim Ii Pekanbaru
Dalam perencanaan fondasi dikatakan benar apabila beban yang diteruskan oleh fondasi ke tanah tidak melampaui kekuatan tanah yang bersangkutan. Apabila di perencanaan awal fondasi salah dalam memperhitungkan kuat dukung sesuai syarat-syarat yang berlaku maka berpotensi besar akan terjadinya kegagalan konstruksi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kuat dukung dan faktor aman tiang pancang spunpile diameter 500 mm dimana fondasi tiang yang ditinjau pada titik AS G-14 dan nomor tiang 67 merupakan tiang pancang yang dilakukan nya loading test, serta menentukan perbandingan hasil dari masing-masing metode dengan hasil loading test dan melihat metode mana yang paling efektif digunakan. Kuat dukung yang akan dipelajari adalah kuat dukung tekan aksial fondasi tiang pancang untuk kondisi tiang tunggal. Metode analisis yang digunakan merupakan metode kuantitatif pengumpulan datat sekunder berupa data N-SPT, gambar strukutr, gambar arsitektur, dan data hasil loading test. Penelitian ini menghitung ulang beban struktur berdasrakan SNI 1726-2019, kemudian menghitung kuat dukung aksial fondasi tiang pancang dengan metode statis dan metode elemen hingga 2D. Analisa metode statis menggunakan metode Meyerhof, metode Briaud et al, dan metode Luciano Decourt serta metode elemen hingga 2D aksisimetri dengan interface. Dari hasil penelitian ini menunjukkan perbandingan kuat dukung fondasi tiang pancang berdasarkan data N-SPT. Untuk kuat dukung titik fondasi tiang tunggal nomor 67 menggunakan cara analitis untuk metode Meyerhof sebesar 3723,16 kN, metode Briaud et al sebesar 2504,82 kN, metode Luciano Decourt sebesar 8066,55 kN, dan metode MEH 2D untuk tiang no 67 sebesar 1995,98 kN. Kuat dukung yang mendekati hasil loading test pada titik AS G-14 nomor tiang 67 adalah dengan MEH 2D aksisimetri dengan interface dengan nilai kuat dukung tiang berkisar 2000 kN – 2200 kN dan faktor aman yang diperoleh 2,5 dengan metode Briaud et al, sedangkan pada metode lain diperoleh kuat dukung dan faktor aman lebih besar dari hasil loading test dan hasil kapasitas dukung tiang pancang tunggal yang didapat dari semua metode terhadap beban aksial maksimum aman atau dapat menahan beban rencana yang bekerja pada struktur atas.
No other version available