Art Original
Implementasi Kebijakan Pembinaan Anak Jalanan Di Dinas Sosial Kabupaten Karimun
Fenomena anak jalanan inilah yang perlu mendapatkan banyak perhatian dari pemerintah saat ini. Meningkatnya angka penduduk miskin telah mendorong meningkatnya angka anak putus sekolah dan meningkatnya anak- anak terlantar. Pada umumnya anak-anak terlantar mengalami masalah ganda seperti kesulitan ekonomi, menderita gizi buruk, kurang perhatian dan kasih sayang orang tua, tidak bisa mendapat layanan pendidikan secara maksimal, dan lain sebagainya. Penanganan anak jalanan dan pemenuhan hak-hak anak oleh pemerintah belum melekat dalam diri anak jalanan. Sementara razia-razia yang dilakukan oleh petugas secara nyata melanggar hak anak untuk mendapatkan perlindungan dari tindak kekerasan. Kebijakan yang ada untuk menangani anak jalanan tidak terjadi diskriminasi dan marginalisasi anak jalanan yang semakin menjauhkan mereka dari hak-hak yang semestinya mereka peroleh. Adapun tujuan untuk mengetahui implementasi kebijakan pembinaan anak jalanan di Dinas Sosial Kabupaten Karimun serta hambatan-hambatannya. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif; informan yaitu Kepala Kepala Bidang Pemberdayaan Rehabilitas Sosial Kepala Seksi Pembinaan Anak Jalanan, Kepala Sub Keuangan Sosial dan Masyarakat. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Dari hasil penelitian dapat diperoleh kesimpulan yaitu Implementasi kebijakan pembinaan anak jalanan di Dinas Sosial Kabupaten Karimun sudah melakukan tugasnya dengan cukup baik, karena masih perlu dibenahi lagi agar anak jalanan yang sudah dirazia tidak kembali lagi kejalan. Kendala-kendala yang dihadapi dari pihak Dinas Sosial Kabupaten Karimun yaitu kurangnya tempat atau lokasi yang bisa menampung anak jalanan untuk melakukan pembinaan. Namun pihak Dinas Sosial Kabupaten Karimun bersama satpol PP Kabupaten Karimun bekerja keras untuk mengentaskan masalah anak jalanan di Kabupaten Karimun.
No other version available