Art Original
Pemanfaatan Kulit Udang Vaname Sebagai Biopolimer Alternatif Pada Produksi Minyak Tahap Lanjut
Penggunaan minyak bumi yang tinggi menyebabkan terjadinya penurunan produksi dimana engineer akhirnya berinisiatif untuk menggunakan metode EOR yang dapat digunakan untuk meningkatkan produksi minyak salah satunya dengan melakukan injeksi polimer. Terdapat tiga jenis polimer yang digunakan dalam polymer flooding yaitu polimer sintetis, biopolimer, dan polimer alam. Biopolimer kompleks terbagi menjadi pati, dekstran, xanthan, kitosan dan selulosa. Kitosan kulit udang vaname memiliki kandungan kitosan 70%. Penelitian ini menggunakan metode experiment yang terbagi menjadi tahap pengeringan, penghancuran, dan pembuatan polimer yang dilarutkan kedalam brine dalam salinitas berbeda. Bahan yang digunakan dalam pengujian ialah kitosan dari kulit udang dan Xanthan Gum sebagai pembanding. Penelitian tersebut menggunakan variasi konsentrasi yang berbeda yaitu 1000 ppm, 2000 ppm, 3000 ppm dengan salinitas 3000 ppm, 9000 ppm, 15.000 ppm. Uji thermal stability menggunakan temperature 60oC dan dilakukan pengamatan selama 7 hari. Dari hasil pembuatan kitosan maka didapatkan sampel kitosan kulit udang vaname berbentuk serbuk berwarna putih, kitosan kulit udang vaname berhasil di tahap uji kompatibilitas karena tidak menimbulkan perubahan warna dan tidak terdapat endapan, pada uji viskositas didapatkan nilai viskositas tertinggi 1,29 Cp, kitosan kulit udang terindifikasi dengan munculnya gugus O-H, C-H, C=O, N-H, C-H, shear rate pada biopolimer kitosan kulit udang merupakan fluida non-newtonian, uji thermal stability menunjukkan bahwa tidak adanya endapan maupun perubahan warna dari kitosan udang vaname menandakan tahan terhadap panas setelah diuji menggunakan temperatur berbeda 60oC selama 7 hari.
No other version available