Art Original
Pengembangan Modul Keanekaragaman Hayati Tanaman Obat Tradisional Masyarakat Melayu Untuk Pasca Persalinan (postpartum) Di Kabupaten Bengkalis Sebagai Bahan Ajar Untuk Kelas X Sma
PENGEMBANGAN MODUL KEANEKARAGAMAN HAYATI TANAMAN OBAT TRADISIONAL MASYARAKAT MELAYU UNTUK PASCA PERSALINAN (POSTPARTUM) DI KABUPATEN BENGKALIS SEBAGAI BAHAN AJAR UNTUK KELAS X SMA Indah Tamara Apriani Siahaan NPM.196510085 Skripsi Program Studi Pendidikan Biologi. FKIP Universitas Islam Riau Pembimbing Utama: Dr. Ibnu Hajar S.Pd.,M.P ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menemukan modul Keanekaragaman Hayati tanaman obat tradisional masyarakat melayu untuk pasca persalinan (Postpartum) di Kabupaten Bengkalis yang valid dan praktis didalam pembelajaran Ipa-Biologi sebagai bahan ajar Kelas x SMA. Penelitian ini menggunakan model penelitian R&D. Penelitian dilakukan sampai tahap kedua dari model Plomp 2013 yaitu (1) penelitian pendahuluan (preliminary research), (2) fase pengembangan atau prototype (development or prototyping phase). Teknik analisis data untuk kelayakan modul menggunakan analisis deskriptof kuantitatif. Sekolah yang dijadikan sampel yaitu SMAN 8 Mandau, SMAN 3 Mandau dan SMA Negeri 9 Mandau dengan jumlah 99 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Analisis data menggunakan aplikasi Ms.Excel 2010 untuk mengolah data tersebut. Penelitin ini menghasilkan produk berupa modul Keanekaragaman Hayati tanaman obat tradisional masyarakat melayu untuk pasca persalinan (Postpartum) di Kabupaten Bengkalis sebagai bahan ajar untuk Kelas X SMA yang dikemas dalam bentuk cetak. Data dalam pengembangan modul diperoleh hasil dari validasi ahli materi sangat layak digunakan dengan nilai rata-rata persentase sebesar (95,83%), hasil validasi oleh ahli media menyatakan modul sangat layak digunakan dengan rata-rata persentase sebesar (96,41%), hasil validasi oleh ahli pembelajaran menyatakan modul cukup layak digunakan dengan rata-rata persentase sebesar (85,41%) dan Guru Biologi dari 3 Sekolah SMAN kelas X menyatakan modul sangat layak digunakan dengan rata-rata persentase sebesar (97,68%). Maka nilai rata-rata persentase keseluruhan dari validator sebesar (93,83%). Kemudian respon peserta didik dari 3 sekolah terhadap modul adalah sangat praktis digunakan dengan rata-rata persentase sebesar (88,25%). Dapat disimpulkan bahwa modul Keanekeragaman Hayati tanaman obat tradisional masyarakat melayu untuk pasca persalinan (Postpartum) di Kabupaten Bengkalis sangat layak dan praktis digunakan.
No other version available