Art Original
Analisis Kelayakan Usaha Pengolahan Ikan Salai Di Desa Tanjung Medan Kecamatan Tanjung Medan Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau
Industri hasil perikanan telah menjadi program prioritas dalam pembangunan nasional. Sektor ini terbukti mampu bertahan dan memiliki daya saing yang kuat. Salah satu industri hasil perikanan yang berpotensi untuk dikembangkan saat ini adalah pengolahan ikan salai di Desa Tanjung Medan. Namun suplai bahan baku dari hasil tangkapan nelayan terus berkurang seiring dengan menurunnya produksi ikan akibat memburuknya kualitas air danau. Hal ini berdampak signifikan pada berkurangnya jumlah pegusaha. Dengan demikian, maka perlu dilakukan studi kelayakan usaha untuk menilai apakah usaha ini profitable dan sustainable. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil usaha dan menganalisis kelayakan dari aspek non finansial, aspek finansial serta sensitivitas dari penurunan produksi dan kenaikan biaya produksi terhadap kelayakan usaha. Penelitian dilaksanakan di Desa Tanjung Medan Kecamatan Tanjung Medan Kabupaten Rokan Hilir Proinsi Riau. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Data dikumpulkan sejak bulan juni hingga juli 2022 dan dianalisis secara deskriptif menggunakan 4 kriteria investasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara non finansial Usaha Ikan Salai layak untuk dijalankan dan dikembangkan. Hal ini didukung aspek pemasaran yang meliputi product (produk) yang berkualitas baik, price (harga) yang bersaing, place (distribusi) yang strategis dan promotion (promosi) yang dapat mendukung kelancaran usaha. Dari aspek teknis dan produksi, yaitu memiliki lokasi usaha, skala produksi, pemilihan peralatan dan penataan layout yang dapat mendukung proses produksi Ikan Salai, sehingga produksi Ikan Salai dapat berjalan dengan baik. Dari aspek manajemen dan organisasi dimana pembagian tugas yang jelas, sehingga manajemen usaha berjalan dengan baik. Dilihat dari aspek hukum, aspek sosial dan ekonomi serta aspek lingkungan, usaha ikan salai di Desa Tanjung Medan dikatakan belum layak. Sedangkan dari aspek finansial usaha ini layak dijalankan. Semua hasil analisis kriteria investasi menunjukkan nilai positif, yaitu NPV Rp 69.000.173; IRR 41,57%; Net B/C Ratio 2,28; dan Payback Period selama 3 tahun 1 bulan. Sementara itu, hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa jika terjadi penurunan produksi sebanyak 10% maka akan berdampak negatif bagi kelayakan usaha. Namun jika terjadi kenaikan biaya produksi sebesar 12% maka usaha ini masih layak untuk dijalankan.
No other version available