Art Original
Kontruksi Diri Mahasiswa Metroseksual (studi Pada Mahasiswa Universitas Islam Riau)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dua hal yaitu Menjelaskan kontruksi diri laki-laki metroseksual di lingkungan Universitas Islam Riau dan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan data primer melalui observasi dan wawancara mendalam serta data sekunder melalui jurnal, buku maupun artikel. Informan dalam penelitian ini berjumlah tiga orang laki-laki metroseksual dan empat orang teman dari laki-laki metroseksual. Analisis penelitian ini menggunakan teori interaksionisme simbolik oleh Herbert Mead yang dijelaskan dalam tiga ranah yaitu mind, self dan society. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kontruksi diri laki-laki metroseksual pada penelitian ini merupakan bentuk kepedulian diri akan pentingnya penampilan yang mereka tunjukkan terhadap lingkungan sekitarnya sebagai bentuk kepuasan diri untuk sebuah kesenangan pribadi yang efeknya medapat pujian masyarakat dari apa yang mereka kenakan. Adapun faktor pendukung yang menjadikan mahasiswa menjadi laki-laki metroseksual, diantaranya emansipasi perempuan, pengaruh kapitalisme dan iklan ataupun informasi di media sosial melalui influencer role mode fashion yang mereka ikuti. Dalam bentuk interaksi sosialnya beradasarkan indikator interaksi verbal seperti gaya bahasa sehari-hari, pembawan sifat dan perilaku terhadap komunikan, serta tanggapan terhadap stigma. Kemudian pada interaksi non-verbal laki-laki metroseksual seperti bahasa tubuh, isyarat-isyarat atau simbol-simbol yang mereka gunakan cenderung tidak jauh dengan laki-laki non metroseksual. Hanya saja yang membedakan laki-laki metroseksual lebih menunjukkan sisi feminimnya dengan sifat friendly dan humble sehingga akan mudah bagi mereka bersosialisasi di tengah masyarakat dengan menggunakan gaya bahasa yang berbeda menyesuaikan pada lingkungan tempat mereka berbeda. Namun dalam penggunaan bahasa sehari-hari mereka terbiasa berbicara dengan bahasa gaul yang mencampurkan antara bahasa Indonesia dengan bahasa inggris. Selain itu perilaku yang lembut terhadap pasangannya membuat mereka di juliku sebagai laki-laki yang romantis.
No other version available