Art Original
Analisis Usaha Dan Strategi Pengelolaan Risiko Produksi Pada Usaha Budidaya Ikan Nila Di Desa Teratak Buluh Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar Provinsi Riau
Desa Teratak Buluh adalah salah satu desa penghasil ikan nila di Kecamatan Siak Hulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis: (1) karakteristik petani dan profil usahaikan nila; (2) teknik budidaya, penggunaan faktor produksi, biaya, produksi, pendapatan dan efisiensi usaha; (3) sumber-sumber risiko produksi pada usaha ikan nila; (4) strategi pengelolaan risiko produksi pada usaha ikan nila. Metode yang digunakan adalah metode survey di Desa Teratak Buluh. Responden yang digunakan sebanyak 3 orang. Analisis yang digunakan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) Rata-rata umur petani ikan nila di Desa Teratak Buluh adalah 40,33 tahun (Produktif), rata-rata lama pendidikan petani adalah 12 tahun (SMA), rata-rata pengalaman usaha adalah 6,67 tahun, rata-rata jumlah tanggungan keluarga petani ikan nila adalah 4 jiwa. Bentuk usaha ikan nila adalah perseorangan, skala usaha ikan nila adalah usaha mikro dan rata-rata modal yang digunakan adalah Rp 26.546.504,33 yang berasal dari modal pribadi. (2) Teknik budidaya yang dilakukan adalah persiapan kolam, penebaran benih, pemberian pakan dan pemanenan yang sudah sesuai dengaan teori yang digunakan. Rata-rata luas kolam adalah 39 m², rata-rata penggunaan bibit ikan nila adalah 2.283ekor, rata-rata penggunaan tenaga kerja menggunakan tenaga kerja luar keluarga yaitu 17 HOK, tenaga kerja dalam keluarga yaitu 15,33 HOK, rata-rata penggunaan pakan adalah 1.232,80 kg, rata-rata total biaya produksi adalah Rp 21.231.504,33, rata-rata jumlah panen ikan nila adalah 1.299,48 kg, harga jual ikan nila adalah 34.000 per kg, rata-rata penerimaan pada usaha ikan nila adalah Rp 44.182.320,00, rata-rata pendapatan bersih sebesar Rp 22.754.310,91 dalam satu kali periode produksi dan nilai rcr 2,1. Nilai RCR>1 artinya usaha ikan nila menguntungkan dan layak untuk diusahakan. (3) Sumber-sumber risiko produksi yang terdapat pada usaha ikan nila di Desa Teratak Buluh adalah Kualitas Benih, Cuaca, Keracunan Pupuk. (4) Strategi yang dilakukan petani dalam menangani sumber-sumber risiko produksi adalah penghindaran risiko (Preventif) yaitu persiapan kolam dan pemberian probiotik, strategi mitigasi yaitu melakukan kerjasama dengan pembudidayaan benih ikan nila dan meningkatkan keterampilan sumber daya manusia.
No other version available