Art Original
Analisis Usahatani Padi Sawah Pada Berbagai Tipe Mesin Pengolahan Lahan Yang Dikelola Upja Di Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu
Produktivitas padi sawah di Kecamatan Rengat Barat masih rendah dibandingkan dengan produksi Nasional. Rendahnya produktivitas padi sawah di Kecamatan Rengat Barat disebabkan sistem agribisnis belum berjalan secara optimal, sehingga perlu dianalisis mulai dari faktor produksi, biaya produksi, produktivitas, pendapatan dan efisiensi usahatani menggunakan berbagai tipe mesin pengolahan tanah yang dikelola UPJA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) Karakteristik petani padi sawah dan profil UPJA, (2) Biaya produksi, produktivitas, pendapatan kotor, pendapatan bersih dan efisiensi usahatani, (3) Perbedaan biaya produksi, produktivitas, pendapatan kotor, pendapatan bersih dan efisiensi usahatani pada berbagai tipe mesin pengolahan tanah (Traktor roda 4, bajak rotari dan bajak singkal). Metode Penelitian adalah metode survei. Tempat penelitian di Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu. Penelitian dilakukan mulai bulan Oktober 2022 sampai Maret 2023. Responden penelitian terdiri dari petani yang menggunakan traktor roda 4, bajak rotari dan bajak singkal. Pengambilan sampel petani, dilakukan dengan menggunakan metode Multi Stage Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Analisis biaya dan produktivitas usahatani padi sawah belum termanfaatkan dan terkoordinir secara berkelanjutan dan pasti. 1) Umur petani yang sudah tua, tingkat pendidikan petani yang rendah, 2) Subsistem penyediaan sarana produksi untuk benih dalam segi waktu, harga dan jumlah yang belum tepat, sarana produksi pupuk dalam segi harga dan jumlah belum tepat, 3) Subsistem rata-rata luas lahan petani 0,65 ha, rata-rata penggunaan benih masih berlebih, penggunaan pupuk masih dibawah dosis yang dianjurkan. Penggunaan tenaga kerja berasal dari tenaga kerja luar keluarga (TKLK). Pendapatan bersih petani yang menggunakan traktor roda 4 sebesar Rp. 1.640.451 ha/MT dengan Efisiensi RCR = 1,16 ha/MT, menggunakan bajak rotari sebesar Rp. 3.818.121 ha/MT dengan Efisiensi RCR = 1,52 ha/MT, menggunakan bajak singkal sebesar Rp. 3.076.503 ha/MT dengan Efisiensi RCR = 1,29 ha/MT, yang berarti usahatani padi sawah di Kecamatan Rengat Barat layak untuk dikembangkan.
No other version available