Art Original
Faktor Penyebab Pencurian Di Rumah Ibadah (studi Kasus Pencurian Oleh “x” Di Masjid Al-muhajirrin Kabupaten Kampar)
Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis apa faktor yang mempengaruhi pelaku melakukan pencurian serta untuk menganalisis mengapa pelaku memilih mesjid sebagai sasaran tempat pencurian. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pendekatan kualitatif adalah suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metodologi yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah manusia Adapun sampel penelitian ini adalah Kanit polsek Kampar berjumlah satu orang, Penyidik polsek kampar berjumlah satu orang, Pelaku Pencurian berjumlah 1 orang, Korban berjumlah 2 orang, Teman Pelaku berjumlah 1 orang, Keluarga Pelaku berjumlah 2 orang, tokoh masyarakat disekitar rumah ibadah 1 orang serta 1 orang penyidik. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat tiga faktor yang melatar belakangi pencuian kotak infak. Faktor A Motivated Offender (penjahat yang termotivasi) merupakan latar belakang dari perilaku (masyarakat) dalam kehidupan sosial baik motivasi pribadi maupun dari hubungan sosial yang dikategorikan sebagai berikut : Adanya kerjasama, mempunyai niat untuk mencuri, pengaruh hubungan dalam pergaulan . Berdasarkan penelitian diperoleh bahwa tersangka melakukan pencurian karena kebutuhan ekonomi. Kedua adalah A Suitable Target (target atau sasaran yang menarik). Faktor A Suitable Target (target atau sasaran yang menarik) merupakan suatu pilihan atau kesempatan bagi pelaku untuk melkukan tindakan yang dikategorikan sebagai berikut : Jauh dari kediaman masyarakat, Mudah untuk dibongkar . Faktor ketiga adalah The Absence Of Capable Guardian (kondisi yang aman untuk melakukan kejahatan) merupakan suatu gambaran bahwa pada suatu daerah memiliki perbedaan sosial dalam hal ini dapat dikaitkan dengan kondisi lingkungan daerah dan sistem pemerintahan dan sistem keamanan pada suatu daerah yang dikategorikan sebagai berikut : Jauh dari kediaman masyarakat, tidak adanya pengawasan, tidak adanya indikasi (kecurigaan dan prasangka masyarakat).
No other version available