Text
Hubungan regulasi diri dengan fear of missing out ( fomo) pada mahasiswa tahun terakhir di universitas islam riau.
Media sosial pada saat ini tidak lagi sebagai alat untuk mencari informasi, namun memberikan kesempatan bagi setiap individu untuk mengetahui aktivitas yang lebih berharga yang di lakukan oleh orang lain di banding dengan pengalaman yang di milikinya. Sehingga hal ini akan menyebabkan munculnya kecemasan dan ketakutan apabila tidak bisa terhubung dengan aktivitas yang orang lain lakukan di media sosial maupun di kehidupan sehari-hari yang di sebut dengan Fear of Missing Out (FoMO). Mahasiswa tahun terakhir pada saat ini, membutuhkan pengaturan diri yang baik, atau disebut juga dengan Regulasi Diri yang baik supaya tidak mengganggu tugas akhir Skripsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat Hubungan Regulasi Diri dengan Fear Of Missing Out (FoMO) pada Mahasiswa Tahun Terakhir di Universitas Islam Riau. Populasi berjumlah 9.940 mahasiswa, sebanyak 118 mahasiswa tahun terakhir di ambil untuk sampel penelitian dengan teknik Convenience Sampling. Instrumen penelitian terdiri dari dua skala yaitu Regulasi Diri (18 aitem dengan ά= .750) dengan Fear Of Missing Out (FoMO) (21 aitem dengan ά= .882). analisis Korelasi menunjukkan adanya hubungan negatif antara Regulasi Diri dengan Fear Of Missing Out (FoMO) (rxy = -373 dengan nilai p = .000 (p < .05), yang berarti semakin tinggi Regulasi Diri maka semakin rendah Fear Of Missing Out (FoMO) yang di alami. Sebaliknya, semakin rendah Regulasi Diri maka semakin tinggi Fear Of Missing Out (FoMO) yang di alami mahasiswa tahun terakhir.
No other version available