Art Original
Analisis Wacana Program Talk Show Rosi “pemilu 2024, Isu Bocor Putusan Mk Sampai Cawe-cawe Jokowi” Di Kompas Tv
ABSTRAK ANALISIS WACANA PROGRAM TALK SHOW ROSI “PEMILU 2024, ISU BOCOR PUTUSAN MK SAMPAI CAWE-CAWE JOKOWI” DI KOMPAS TV RAJA MUHAMMAD AKBAR ASIKIN 199110135 Statement mengejutkan yang keluar dari seorang Presiden untuk ikut campur tangan dalam proses Pemilu ini menciptakan kebisingan yang terbukti dari banyaknya pembicaraan di media mengenai hal ini. Hal yang mengakibatkan pada memanasnya iklim politik Indonesia jelang Pemilu 2024 ini turut dimanfaatkan oleh Kompas TV dengan membuat episode yang berjudul Pemilu 2024, Isu Bocor Putusan Mk Sampai Cawe-Cawe Jokowi pada program ROSI. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisa talk show tersebut dengan menggunakan Analisis Wacana menggunakan model Teun A. van Dijk yang membagi wacana dalam dimensi teks, konteks sosial, dan kognisi sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan observasi pada subjek dalam proses pencarian data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam dimensi teks, Prof. Jimly menyatakan bahwa sikap yang dinyatakan oleh Jokowi sebagai orang nomor satu di Republik Indonesia itu memang tidak menyalahi aturan atau mencederai hukum. Akan tetapi, pernyataan tersebut menggores luka besar dalam urusan etika politik. Dalam dimensi kognisi sosial, Wacana ini mencerminkan ideologi penguasa yang berusaha membenarkan keterlibatkan Presiden dengan alasan memastikan Pemilu yang jujur dan adil. Dalam wawancara ini, Prof. Jimly menggambarkan ketidaksetujuan dengan praktik “Cawe-cawe” yang dianggap melanggar etika meskipun tidak melanggar aturan legal. Sedangkan konteks sosial, Diskusi yang dihidangkan dalam episode ini mencakup konteks sosial-politik Indonesia, seperti budaya feodal dan institusi politik yang belum kuat, yang mempengaruhi persepsi publik terhadap keterlibatan presiden dalam Pemilu.
No other version available