Art Original
Studi Awal Pemanfaatan Tepung Konjak Sebagai Biopolimer Untuk Bahan Alternatif Injeksi Polimer
Injeksi polimer merupakan salah satu teknik kimiawi yang digunakan dalam proses perolehan minyak atau EOR (enhanced oil recovery). Metode Enhanced Oil Recovery (EOR) menginjeksikan bahan kimia tertentu ke dalam reservoir minyak seperti yang biasa digunakan dalam metode ini adalah surfaktan, polimer, dan alkalin. Pada umumnya polymer flooding dikenal sebagai water flooding yang disempurnakan dengan cara penambahanan polimer ke dalam air injeksi, berguna untuk meningkatkan viskositas fluida pendesak yang berfungsi untuk meningkatkan perolehan oil recovery, maka mobility ratio water akan menurun yang membuat sweep efficiency air akan maksimal untuk mendesak minyak. Polimer sintesis atau Polyacrylamides yang biasa digunakan untuk polimer flooding yaitu Partiallyhydrolyzed Polyacrylamide (HPAM). Biopolimer yang umum digunakan untuk polimer flooding yaitu Xanthan Gum. Pada penelitian ini, akan dilakukan pengujian pada polimer alternatif yaitu tepung konjak dengan megetahui karakteristik awal seperti Densitas, Viskositas, Kompatibilitas , Shear Rate dengan berbagai konsentrasi polimer yaitu 1000 dan 3000 ppm terhadap konsentrasi brine 5000 ppm pada temperatur 70? dan 80?, serta membandingan hasil pengujian polimer alternatif dari tepung konjak terhadap biopolimer komersil berupa xanthan gum. Berdasarkan pengujian densitas yang telah dilakukan terhadap pengaruh penambahan konsentrasi polimer, salinitas dan suhu pada biopolimer tepung konjak dan biopolimer xanthan gum dapat di simpulkan bahwa, semakin besar penambahan konsentrasi polimer dan salinitas air maka densitas larutan akan semakin meningkat. Namun semakin bertambahnya temperatur, maka akan menurunkan densitas polimer. Berdasarkan pengujian viskositas yang telah dilakukan tentang pengaruh konsentrasi polimer, salinitas, temperature dan shear rate pada biopolimer tepung konjak dan biopolimer xanthan gum didapatkan hasil, bahwa penambahan konsentrasi polimer dapat meningkatkan nilai viskositas namun ketika salinitas, temperatur dan shear rate mengalami peningkatan, maka viskositas terjadi penurunan.
No other version available