Art Original
Pemanfaatan Air Perasan Kunyit (curcuma Longa Linn) Sebagai Nutrisi Tambahan Alami Pada Pakan Dan Aplikasinya Terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Baung (hemibagrus Nemurus)
PEMANFAATAN AIR PERASAN KUNYIT (Curcuma longa Linn) SEBAGAI NUTRISI TAMBAHAN ALAMI PADA PAKAN DAN APLIKASINYA TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN BAUNG (Hemibagrus nemurus)” dibawah bimbingan Bapak Dr. Ir. H. Rosyadi, M.Si. Penelitian ini dilaksanakan selama 30 hari dimulai pada bulan September – Oktober 2022 di Balai Benih Ikan (BBI) Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan air perasan kunyit pada pakan terhadap pertumbuhan benih ikan baung (Hemibagrus nemurus). Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) 5 perlakuan 3 ulangan, yaitu perlakuan P0 = penambahan 0 gr tepung kunyit/ kg pakan, P1 = 5 gr, P2 = 10 gr, P3 = 15 gr dan P4 20 gr/ kg pakan. Ikan baung yang digunakan adalah benih yang berumur 30 hari dengan berat rata-rata 0,86 gr/ekor dengan panjang 3,86 cm/ekor, yang diperoleh dari Balai Benih Ikan (BBI) Unit Pertanian Terpadu Universitas Islam Riau. Pakan yang digunakan pellet PF 1000 yang ditambah air perasan kunyit. Dari hasil penelitian diperoleh kelulushidupan tertinggi pada perlakuan P0 sebesar 76,67% dan terendah pada P4 sebesar 63,33%. Pertumbuhan berat mutlak tertinggi terdapat pada perlakuan P4 sebesar 1,54 gr dan terendah 1,05 gr. Pertumbuhan panjang mutlak tertinggi pada perlakuan P4 sebesar 2,65 cm dan terendah 1,91 cm. Laju pertumbuhan berat harian tertinggi perlakuan P4 sebesar 5,13% dan terendah 3,50%. Nilai konversi pakan terbaik yaitu perlakuan P4 sebesar 1,55. Parameter kualitas air yaitu suhu 25-30oC, pH 5,65-6,72, Oksigen terlarut 5,4-7,1 mg/L dan Ammonia 0,83-3,92 mg/L. Kata kunci: Tepung kunyit, pakan, kelulushidupan, pertumbuhan, ikan baung.
No other version available