Text
Gambaran psychological well-being pada lansia yang rutin melaksanakan shalat lima waktu di mesjid di kota pekanbaru
Psychological well being didefinisikan sebagai hasil evaluasi atau penilaian seorang
individu terhadap diri sendiri yang dipengaruhi oleh pengalaman hidup dan harapan individu
yang bersangkutan. Lansia biasanya rentan terhadap permasalahan psikologis seperti
kesepian, depresi, kurangnya semangat dan lain-lain karena kondisi diri mereka. Lansia yang
beragama muslim, biasanya akan cenderung mulai memperhatikan aspek spiritual dalam
hidup mereka, ditandai dengan mulainya mereka melaksanakan shalat di mesjid, ikut
berpatisipasi dalam kegaitan-kegiatan sosial dan keagamaan. Sementara, spiritualitas
diketahui dapat memiliki dampak yang baik pada kesehatan fisik dan mental seseorang.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deksriptif. Populasi dalam penelitian
ini adalah lansia yang berada di kota Pekanbaru yang berjumlah 50 orang. Penelitian ini
menggunakan total sampling 57 lansia di kota Pekanbaru. Data penelitian diambil dengan
menggunakan skala skala psychological well-being, dengan jumlah item valid sebanyak 57
item dengan koefsien alpha cronbach realibilitasnya sebesar 0.916. Metode analisis data
yang digunakan adalah metode analisis data deskriptif dengan metode statistik deskriptif
persentase.
Hasil penelitian ini adalah sebagian besar lansia atau 54 persen (27 orang)
menyatakan bahwa dirinya memiliki tingkat kesejahteraan psikologis pada kategori sangat
tinggi. Sedangkan sisanya berada pada kategori tinggi dengan persentase sebesar 46 persen
atau 23 orang lansia. Dari enam dimensi psychological well-being yang diteliti, yaitu dimensi
penerimaan diri, dimensi hubungan positif dengan orang lain, dimensi kemandirian, dimensi
penguasaan lingkungan, dimensi tujuan hidup dan dimensi pertumbuhan pribadi, hanya
dimensi pertumbuhan pribadi yang sebagian besarnya atau 94 persen (47 orang) berada pada
kategori sedang. Sementara sisanya berada pada kategori tinggi yaitu sebesar 6 persen atau 3
orang.
Kesimpulan yang dapat diambil dengan melihat gambaran data secara umum adalah
bahwa kesejahteraan psikologis lansia di Pekanbaru yang aktif melaksanakan shalat lima
waktu di Mesjid sangat tinggi. Berarti dengan rutinnya melaksanakana shalat lima waktu di
mesjid, dimungkinkan tingginya juga tingkat psychological well-being atau kesejahteraan
psikologis pada lansia.
No other version available