Art Original
Analisis Faktor Dominan Yang Mempengaruhi Keuntungan Usahatani Kelapa Sawit Petani Swadaya Di Kecamatan Pelalawan Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau
Analisis Faktor Dominan yang Mempengaruhi Keuntungan Usahatani Kelapa Sawit Petani Swadaya di Kecamatan Pelalawan Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau” Dibawah Bimbingan bapak Heriyanto, SP., M.Si. Produksi dan keuntungan yang dihasilkan perkebunan kelapa sawit saat ini masih relatif rendah, rendahnya produksi kelapa sawit terutama disebabkan penerapan teknologi dan pengolahan kebun yang belum sesuai rekomendasi. terutama untuk perkebunan kelapa sawit swadaya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) karakteristik petani kelapa sawit di Kecamatan Pelalawan Kabupaten Pelalawan (2) Usahatani kelapa sawit petani Swadaya di kecamatan pelalawan Kabupaten Pelalawan dan (3) faktor faktor dominan yang mempengaruhi keuntungan petani kelapa sawit di Kecamatan Pelalawan Kabupaten Pelalawan. Untuk menjawab tujuan penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif usahatani dan model regresi linear berganda yang di estimasi dengan metode OLS (Ordinary leas Square) yang diperhitungkan menggunakan persamaan regresi linear berganda dengan jumlah sampel sebanyak 30 petani. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa umur petani rata-rata 47 tahun yang menunjukkan bahwa masih produktif tingkat pendidikan rata-rata 7 tahun atau setara SD. pada pengalaman berusahatani pengalamannya adalah 15 tahun dan rata-rata jumlah tanggungan keluarga adalah 3 orang dan luas lahan rata-rata petani kelapa sawit 3 Ha. Dalam usahatani kelapa sawit penggunaan tenaga kerja adalah 6,68 (HOK/Ha/Tahun) rata-rata Penggunaan pupuk adalah 257,53 Kg, rata-rata penggunaan herbisida 3,56 liter/tahun dengan penggunaan alat 5 unit dalam satu tahun rata-rata petani mengeluarkan biaya produksi sebesar Rp.845.412,22/tahun. sedangkan rata-rata penerimaan adalah Rp.108.019.145,47/tahun dengan keuntungan adalah sebesar Rp.80.663.722,71/tahun dengan memperoleh RCR sebesar 3,95. faktor dominan yang mempengaruhi keuntungan adalah upah tenaga kerja dan harga pupuk KCL pada taraf nyata 5% signifikan terhadap keuntungan petani kelapa sawit. Sedangkan variabel harga pupuk urea, TSP, dolomid dan harga herbisida tidak signifikan mempengaruhi keuntungan petani kelapa sawit. koefisien determinasi (R2) yaitu 0,7676 Hal ini menunjukkan bahwa 76,76 persen peubah jumlah produksi dapat dijelaskan oleh peubah harga, upah tenaga kerja, harga bibit, biaya penyusutan, biaya pupuk urea, biaya pupuk KCL, biaya pupuk TSP dan biaya pupuk dolomid. Sedangkan 23,24 persen dipengaruhi oleh peubah lain yang tidak termasuk dalam model. Kata kunci: Kelapa Sawit, Usahatani, Keuntungan, Faktor-Faktor.
No other version available