Art Original
Model Pemasaran Padi Di Kecamatan Bungaraya Kabupaten Siak Provinsi Riau
Model Pemasaran Padi Di Kecamatan Bungaraya Kabupaten Siak Provinsi Riau. Di Bawah Bimbingan Bapak Heriyanto, SP.,M.Si. Padi (Oriza Stavia L) merupakan salah satu tanaman penting di Indonesia, karena merupakan makanan pokok hampir sebagian besar penduduk, sehingga memiliki peran penting sebagai pemenuhan kebutuhan karbohidrat bagi penduduk. Adapun penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1)Karakteristik petani dan profil usaha petani. (2)Saluran pemasaran. (3)Struktur pasar. (4)Perilaku pasar. (5) Penampilan pasar dalam pemasaran padi di Kecamatan Bungaraya Kabupaten Siak. Untuk menjawab tujuan penelitian tersebut di analisis dengan menggunakan analisis statsitik deskriptif, analisis Msi, Kr, Hi dan analisis korelasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling. Adapun sampel yang diambil penelitian ini adalah petani padi sebanyak 30 orang, pedagang pengumpul 4 dan pedagang kilang (pabrik) 4 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Petani p adi rata-rata berumur 45 tahun, tingkat pendidikan petani yaitu rata-rata 9 tahun, pengalaman usaha petani yaitu rata-rata 16 tahun dan jumlah tanggungan keluarga petani rata-rata yaitu 3 jiwa dan profil usaha petani, petani memiliki skala usaha, skla usaha petani memiliki berbagai macam skala usaha ada skala kecil, ada skala menengah dan ada pula skala yang berskala besar. Modal usaha petani ada yang bersal dari modal usaha sendri dan ada pula yang meminjam modal, modal usaha petani 1 hektar sawah yaitu sebesar Rp 15.800.000.000, dengan 5-10 orang pekerja. 2) Saluran pemasaran padi yang ada di Kecamatan Bungaraya Kabupaten Siak Provinsi Riau ada dua saluran . saluran I yaitu petani-pedagang pengumpul-kilang padi (pabrik). Saluran II yaitu petani-kilang padi (pabrik). 3) Struktur pasar padi pada tingkat petani adalah pasar persaingan sempurna. Untuk nilai konsentrasi rasio (Kr) adalah 100 ini struktur pasar mengarah ke monopsoni, nilai pangsa pasar atau market share adalah 1 ini mengarah kestruktur pasar monopsoni dan nilai indeks herfindhal adalah 0,28 dan 0,26 ini struktur pasar mengarah pada oligopsoni.(4) Perilaku pasar menunjukkan pedagang pengumpul dan pedagang kilang (pabrik) sebagai penentu harga, untuk nilai korelasi harga adalah 0,906 dan 0,951 maka nilai korelasi harga 0,906 dan 0,951 berarti pasar berintegrasi tidak sempurna dan transmisi harga nilainya adalah 1 untuk pedang pengumpul dan sedangkan untuk kilang (pabrik) yaitu 1 (5) Penampilan pasar pada pemasaran padi di Kecamatan Bungaraya sudah efisien, penampilan pasar ditunjukkan dengan marjin pemasaran yaitu Rp 2.500/Kg untuk pedagang pengumpul, dengan rincian biaya pemasaran Rp.900/Kg dan keuntungan Rp 1.600/Kg. Sedangkan untuk kilang padi (pabrik) sebesar Rp 3.500/Kg, dengan rincian biaya pemasaran Rp 1.200/Kg dan keuntungan Rp 2.300/Kg dan didominasi oleh keuntungan pemasaran yaitu sebesar 21,33% untuk pedagang pengumpul, dan untuk pedagang kilang (pabrik) keuntungannya sebesar 20,91%. Dan nilai efisiensi sebesar 0,18 untuk pedagang pengumpul dan 0,16 untuk pedagang kilang (pabrik).
No other version available