Art Original
Strategi Pengembangan Usaha Ternak Dan Pemasaran Sapi Potong Di Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau
Usaha ternak sapi potong merupakan usaha pengembangan, penggemukan dan penjualan sapi potong. Usaha tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan produk daging sapi yang terus meningkat. Besarnya permintaan masyarakat terhadap daging sapi belum dapat diimbangi oleh peternak yang ada karena itu dalam meningkatkan produksi daging sapi, sehingga untuk mengatasi kondisi tersebut maka pengembangan usaha sapi potong perlu dilakukan. Penelitian bertujuan untuk: 1) Mengalanalisis karakteristik peternak, pedagang dan profil usaha sapi potong di Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau, 2) Menganalisis usahatani sapi potong di Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu provinsi Riau, 3) Menganalisis pemasaran ternak sapi potong di Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau, 4) Strategi skor pengembangan usahatani sapi potong di Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian survey bertempat di Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau. Jenis data yang digunakan adalah data primer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Umur peternak dan pedagang rata 48,5 tahun, tingkat pendidikan SLTA dan pengalaman usaha 10 tahun mengolah usaha sendiri. 2) usahaternak sapi potong di Kecamatan Seberida meliputi: pembuatan kandang, bibit bakalan, dosis pakan, perawatan belum memenuhi SOP, penggunaan faktor produksi pada bibit bakalan belum memenuhi SOP, tenaga kerja 98,5 HOK per tahun, dan peralatan yang digunakan yaitu Tali, sepatu boot, sekop, bak pakan, cangkul, ember dan peralatan lainya. Total biaya usahatani yaitu Rp. 16.196.294/tahun dengan pendapatan bersih Rp. Rp. 26.606.100/tahun. RCR yang diperoleh yaitu 2,1. RCR >1 yang berarti menguntungkan. 3) menganalisis pemasaran memiliki 1 saluran dalam usaha ternak yaitu padagang membeli sapi dari peternak lalu menjual ke konsumen peternak dalam keadaan hidup dengan efisiensi 0,03. Strategi pengembangan sapi potong diperoleh SO yaitu menjaga sumber pakan dan kontinuitas populasi sapi, dan memanfaatkan teknologi yang ada.
No other version available