Art Original
Pengaruh Intensitas Penggunaan Media Sosial Terhadap Subjective Well-being Pada Remaja Di Kota Pekanbaru
Subjective well-being merupakan evaluasi atau penilaian individu mengenai kehidupan yang dijalaninya meliputi afektif dan emosionalnya, serta dari penilaian terhadap subjective well-being itu sendiri dapat mempengaruhi keberhasilan seseorang dalam berbagai bidang kehidupan, namun yang terjadi saat ini ialah kebahagiaan remaja itu sendiri justru berasal dari penilaian orang lain terhadap kehidupannya. Ada berbagai penyebab, diantaranya akses internet, aspirasi remaja, dan lebih khusus lagi bagaimana perkembangan psikologi dan perkembangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas penggunaan media sosial terhadap subjective well-being pada remaja di kota Pekanbaru. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling (purposive sampling) sebanyak 270 orang. Pengumpulan data menggunakan skala Intensitas Penggunaan Media Sosial untuk mengukur Intensitas Penggunaan Media Sosial dan Skala MSLSS, PANAS-X (The Expanded Version of Positive and Negative Affect Schedule). Pengujian hipotesis menggunakan Partial Leaast Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Intensitas Penggunaan Media Sosial berpengaruh positif terhadap Subjective Well-Being.
No other version available