Art Original
Studi Deskriptif Keterbukaan Diri Pada Remaja Sma Kelas 12 Dengan Teman Sebaya Dan Keluarga
Remaja merupakan fase usia di mana pertumbuhan fungsi emosi dan fungsi psikososial berperan sangat penting dalam proses penyesuaian diri. Remaja juga merupakan fase di mana remaja merasakan banyaknya masalah dan stress yang di alami. Pada fase dan proses ini melibatkan peran penting keterbukaan diri. Keterbukaan diri merupakan proses pengungkapan informasi mengenai diri kepada orang lain. Informasi yang disampaikan itu merupakan informasi penting. Dari fenomena yang diobservasi pada peer group remaja berusia rata-rata 16-17 tahun menunjukkan adanya keterbukaan diri kepada teman sebayanya. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat gambaran keterbukaan diri remaja SMA kelas 12 kepada teman sebayanya dan juga kepada keluarganya. Metode yang digunakan adalah metode penelitian Kualitatif Deskriptif dengan teknik pengambilan data berupa wawancara langsung dan observasi. Sedangkan teknik sampling menggunakan teknik Purposive Sampling. Responden yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 2 orang remaja SMA kelas 12 di Kota Pekanbaru. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan keterbukaan diri di antara 2 responden. Responden 1 menunjukkan adanya keterbukaan diri yang lebih tinggi kepada teman sebaya daripada keluarga. Sedangkan pada Responden 2 menunjukkan adanya keterbukaan diri yang seimbang antara teman sebaya dan keluarga. Adanya perbedaan di antara 2 responden ini disebabkan oleh Budaya (Culture) yang berbeda yang diterapkan di dalam keluarga.
No other version available